• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Persiapan Pernikahan yang Matang Memperkokoh Rumah Tangga

Persiapan Pernikahan yang Matang Memperkokoh Rumah Tangga
Puluhan peserta mengikuti workshop keluarga sakinah hasil kerja sama ISNU dan Kemenag Jombang. (Foto: NOJ/Ist)
Puluhan peserta mengikuti workshop keluarga sakinah hasil kerja sama ISNU dan Kemenag Jombang. (Foto: NOJ/Ist)

Jombang, NU Online Jatim

Tingginya angka perceraian hendaknya menjadi kepedulian berbagai kalangan untuk turut memberikan solusi. Sejumlah calon pasangan maupun mereka yang telah melangsungkan perjanjian agung dalam pernikahan hendaknya diberikan pemahaman. Dengan demikian, retak dan bubarnya hubungan pernikahan dapat diminimalisir.

 

Harapan tersebut disampaikan Ilham Rochim pada kegiatan workshop keluarga sakinah, Rabu (18/11/2020). Kegiatan dipusatkan di aula Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas. 

 

Karenanya, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kementerian Agama Kabupaten Jombang tersebut sangat mengapresiasi kegiatan workshop.

 

“Kegiatan seperti ini sangat diperlukan masyarakat karena banyak yang membutuhkan pengetahuan sekaligus bimbingan dalam membangun keluarga,” katanya saat sambutan.

 

Ilham Rochim mendorong agar kegiatan bisa terus dilaksanakan. Manfaatnya tentu saja supaya bisa mengedukasi masyarakat sehingga angka perceraian bisa ditekan.

 

“Angkat perceraian di Jombang masih tinggi yang disebabkan kurangnya pengetahuan dan persiapan tentang hal yang berkaitan dengan pernikahan. Kebanyakan masyarakat menyiapkan materi semata ketika hendak menikah,” keluhnya.

 

Fauziyah selaku pemateri pertama memberikan wawasan tentang pernikahan dalam perspektif fikih dan hukum positif. Perempuan yang juga penyuluh agama di Kementerian Agama Jombang tersebut menjelaskan tentang konsep dasar, syarat dan rukun, serta asas dalam pernikahan.

 

“Pernikahan harus sesuai dengan hukum agama dan hukum positif, agar sah dan legal secara hukum,” katanya di hadapan puluhan peserta.

 

Sedangkan Mustaufikin selaku pemateri kedua memberikan pemahaman tentang  bagaimana menyiapkan diri untuk memasuki jenjang pernikahan.

 

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Hasanuddin, Pare, Kediri ini memaparkan bahwa ada delapan kesiapan diri untuk menikah. Yaitu marital life skill, financial readiness, contextual-social readiness, emotional readiness, interpersonal readiness, mental readiness, physical readiness, dan age readiness.

 

“Persiapan yang matang dalam memasuki jenjang pernikahan akan meminimalisir konflik yang terjadi di rumah tangga. Selain itu juga akan memperkokoh pondasi rumah tangga sehingga kuat dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian,” jelas alumnus pascasarjana Universitas Islam negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

 

Pak Taufik, sapaan akrabnya juga menjelaskan bahwa pernikahan adalah ibadah, sehingga semua hal yang dialami setiap pasangan dalam pernikahan bernilai kebaikan.

 

Hal tersebut diperkuat dari kitab Ihya Ulumuuddin karya Imam al-Ghazali.

 

ان فى كسب الحلال والقيام بالأهل والسعي فى تحصيل الولد والصبر عن أخلاق النساء أنواعا من العبادات لا يقصرها فضلها عن نوافل العبادات

 

Artinya: Sesungguhnya dalam pekerjaan yang halal, merawat keluarga, usaha untuk memiliki keturunan, sabar atas perilaku istri adalah salah satu bentuk dari ibadah, yang fadilahnya mengalir tidak seperti ibadah sunah yang lain.

 

Sedangkan Syamsul Ma’arif selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Jombang mengharapkan kegiatan mampu memberikan wawasan sebagai bekal para peserta.

 

“Agar mereka termotivasi untuk menikah, dan mampu menyiapkan diri dengan baik sebelum memasuki jenjang pernikahan,” harapnya.

 

Acara ini terselenggara atas kerja sama ISNU dan Kasi Bimais Kemenag Jombang. Peserta yang dilibatkan adalah dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama I(IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan Fatayat NU Kecamatan Jombang.

 

Worshop melibatkan 30 peserta yang dipusatkan di dengan menerapkan protokol kesehatan.


Editor:

Matraman Terbaru