• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Matraman

Khusnul, Kader IPPNU Pacitan yang Sukses Kembangkan Usaha Fashion

Khusnul, Kader IPPNU Pacitan yang Sukses Kembangkan Usaha Fashion
Khusnul Khotimah bersama produk usaha yang digeluti. (Foto: NOJ/Kelvin Nuryani)
Khusnul Khotimah bersama produk usaha yang digeluti. (Foto: NOJ/Kelvin Nuryani)

Pacitan, NU Online Jatim
Khusnul Khotimah merupakan salah satu pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Yang istimewa dari sosoknya adalah memiliki semangat wirausaha yang layak untuk dicontoh.
 

Bagaimana tidak? Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Wiwaha Yogyakarta tersebut telah mulai jualan sejak masih menempuh pendidikan di sekolah dasar. 
 

"Saya menyukai dunia dagang sejak kecil. Waktu masih SD, saya sudah mulai jualan buku  binder di kelas," kata Khusnul kepada NU Online Jatim, Rabu (12/01/2022). 
 

Seiring berjalannya waktu, perempuan yang tinggal di Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung ini dengan sangat berani memulai bisnis di bidang fashion sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dari usahanya tersebut dirinya mengaku mampu mengantongi jutaan rupiah setiap bulannya.
 

"Saya memulai usaha secara online sejak tahun 2017, alhamdulillah sekarang mampu mendirikan gerai secara offline," ujarnya. 
 

Hal yang patut ditiru dari mahasiswa semester tujuh ini, berapa pun penghasilannya, gaya hidup tetaplah sama. Meski telah memiliki penghasilan sendiri, rupanya ia mampu mengatur keuangan dengan sangat rapi. Hidup sederhana dan sengaja menyisihkan sebagian uang untuk menyelesaikan pendidikan di Yogyakarta.
 

Perempuan yang masih berkiprah di Lembaga Ekonomi Kewirausahaan (Lekas) PAC IPPNU Kebonagung tersebut memanfaatkan media sosial Whatsapp dan akun Instagramnya 'Arvastore_' sebagai sarana memasarkan produk. Alhasil, penjualannya bukan saja dikenal warga sekitar toko miliknya, bahkan sebagian pelanggan dari luar kota.
 

"Customer dari luar kota banyak sih, enggak bisa saya sebutkan satu persatu. Ada dari Lamongan, Ponorogo dan lain-lain," terangnya.
 

Lima tahun berwirausaha, tentu bukan tanpa pesaing, baik secara harga maupun kualitas produk. namun hal tersebut menurutnya sebagai hal yang tidak terbantahkan dalam dunia usaha. Oleh sebab itu ada prinsip yang terus dijaga dalam dirinya agar dapat survive di dunia yang digeluti saat ini. 
 

"Berbenah atau punah," tegasnya.
 

Dalam pandangan dia, sudah sewajarnya pelaku usaha dituntut berinovasi. Karena itu, jam terbang dan terus berproses merupakan hal yang terus menjadi komitmennya dalam menekuni bisnis yang tengah digeluti. Juga yang tidak kalah penting adalah kesuksesan diraih dengan perencanaan dan semangat.
 

"Tidak ada sesuatu yang dapat dicapai secara instan. Karenanya pantang menyerah, konsisten dan terus belajar merupakan salah satu tips untuk tetap menekuni bisnis,” terangnya. 
 

Diakuinya bahwa pesaing tentu banyak. Saat sudah memutuskan untuk buka toko secara offline, di situ juga dituntut untuk mengatur strategi baru dalam mengembangkan bisnis. Termasuk berinovasi sesuai tantangan saat ini.
 

“Rencananya, mulai pertengahan 2022 saya memulai memasarkan produk melalui market place," pungkasnya. 
 

Penulis: Kelvin Nuryani


Editor:

Matraman Terbaru