• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Matraman

Kiai Burhan Pacitan: Santri Harus Optimis

Kiai Burhan Pacitan: Santri Harus Optimis
KH. Burhanudin HB, Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
KH. Burhanudin HB, Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim

Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, KH Moch Burhanuddin HB menyampaikan bahwa  menjadi santri tidak boleh memiliki rasa pesimis. Dalam kehidupan setiap manusia harus selalu mempunyai rasa optimis, sebab di dunia ini tidak ada yang sempurna dan semua harus dihadapi.


“Di dunia ini pasti ada kelemahan, kekurangan, kesulitan, dan lain sebagainya. Semua itu harus dihadapi dengan optimis, jikalau kesulitan dihadapi dengan pesimis akan sulit terus. Namun apabila kita hadapi dengan optimis insyaallah akan jalan terus,” katanya saat acara Penutupan Haflah Akhiruddirosah pondok pesantren setempat, Sabtu (18/06/2022) malam.


Kiai Burhan menegaskan bahwa belajar di madrasah diniyah merupakan bukti mematuhi perintah agama. Tetapi, jika hanya mengejar ijazah semata, maka itu dikatakan mematuhi perintah negara berupa wajib belajar 12 tahun.


“Kalau kalian hanya niat datang ke Kikil hanya mencari ijazah tsanawiyah, aliyah, atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berarti kalian hanya menjalankan perintah negara, karena negara mulai tahun 2000 an wajib belajarnya selama 12 tahun,” terangnya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga yang tidak bisa menghindari permasalahan yang muncul di setiap tahunnya. Kebanyakan pesantren adalah lembaga swasta yang harus dikelola secara mandiri, pasti ada kekurangan dan kelemahan. Namun semua permasalahan itu bukan berarti tidak ada solusi.


“Kalau kita optimis, kita terus evaluasi mencari kekurangan kita. Insyaallah juga semakin baik, karena semua tidak ada yang sempurna,” imbuhnya.


Sementara Mudir Dirasah wa Ta’limiyah, H Hamka Hakim mengatakan bahwa pondok pesantren diharapkan lebih memprioritaskan pendidikannya. Mulai menata manajemennya dan melengkapi sumber daya manusia yang kompeten.


“Apabila pendidikan tidak menjadi prioritas, kita akan ditinggalkan oleh mereka. Semakin hari seharusnya kita lebih siap lagi,” katanya. 


Diketahui, kegiatan ini dirangkaikan dengan pembagian rapor hasil belajar santri Madrasah Diniyah ponpes setempat. Beberapa santri berprestasi tampak menuju ke panggung untuk menerima penghargaan. 


Editor:

Matraman Terbaru