• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Matraman

LTNNU Jombang Ajak Anak Muda Kuasai Media di Era Digital

LTNNU Jombang Ajak Anak Muda Kuasai Media di Era Digital
PC LTNNU Jombang saat kegiatan Santri Melek Literasi di Kantor MWCNU Bareng, Ahad (25/10/2020). (Foto: NOJ/ Madi)
PC LTNNU Jombang saat kegiatan Santri Melek Literasi di Kantor MWCNU Bareng, Ahad (25/10/2020). (Foto: NOJ/ Madi)

Jombang, NU Online Jatim

Merosotnya budaya literasi dikalangan muda membuat Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang membuat program kaderisasi untuk menumbuhkan minat kader muda NU melalui pelatihan madrasah Jurnalistik.

 

Dengan semangat Hari Santri, pelatihan yang bertajuk "Santri Melek Literasi" diselenggarakan di kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Bareng, Ahad (25/10/2020). Adapun pesertanya terdiri dari anak-anak IPNU- IPPNU, kader Fatayat dan Ansor.

 

Arif Fahrudin, Koordinator Santri Melek Literasi mengatakan, kegaiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Hari Santri di Jombang. Dengan tujuan menyebarkan gagasan tentang pentingnya literasi dikalangan muda NU.

 

"Kegiatan ini salah satu rangkaian Hari Santri yang bertujuan menyebarkan gagasan dan meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya literasi dikalangan muda NU," ungkap Rudi kepada NU Online Jatim.

 

Menurutnya, melihat era digital saat ini Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan berlitersinya. "Dari permasalahan era digital saat ini,  diharapkan para kader muda NU bisa mengambil peran disitu. Menangkal berita hoaks dan mengubahnya menjadi berita positif sebagai media dakwah," ujarnya.

 

Rudi menjelaskan, NU sebagai jangkar peradaban umat Islam di Indonesia dan menjadi salah satu benteng dari NKRI harus bisa memanfaatkan media di era digital saat ini.

 

"Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, sehingga masyarakat berafiliasi pada NU. Sehingga NU menjadi pagar dari NKRI khususnya dalam penyemaian bibit-bibit toleransi menjaga persatuan. Karena Islam yang rahmatalil alamin ada pada NU. Maka dari itu para kader muda NU harus mampu mengambil peran tersebut," jelasnya.

 

 
 
Meskipun langkah ini dibilang agak terlambat, NU sudah memulai langkah digitalisasi dengan terbentuknya media NU dari Pusat, Provinsi hingga daerah. NU sudah mempunyai kader-kader yang militan dibidang literasi yang bisa mempengaruhi pola piker masyarakat tentang pentingnya literasi, bagaimana orang suka membaca dan menulis.

 

Ia berharap di era digital NU mampu menguasai media sosial kedepannya. Dengan cara memberikan dan mengusai sumber informasi-informasi tentang keaswajaan, toleransi, perdamaian, islam modrerat dan segala macamnya. "Semoga kedepan NU mampu menguasi media di era digital saat ini," pungkasnya.

 

Penulis: Madi

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru