• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Matraman

Menengok Kemeriahan Kirab Panji NU di Trenggalek

Menengok Kemeriahan Kirab Panji NU di Trenggalek
Upacara Kirab Panji NU di Trenggalek. (Foto: NOJ/Ansor Watulimo)
Upacara Kirab Panji NU di Trenggalek. (Foto: NOJ/Ansor Watulimo)

Trenggalek, NU Online Jatim
Rangkaian peringatan Hari Santri 2021 oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek belum usai. Pawai Kirab Panji Nahdlatul Ulama sebagai bentuk refleksi terhadap semangat para ulama dalam peristiwa Resolusi Jihad secara terbatas dilaksanakan pada Ahad (24/10). Kegiatan yang dipusatkan di gedung NU setempat tersebut mampu menggerakkan pengurus, warga dan simpatisan untuk turut memeriahkan. 


“Tidak hanya pengurus saja (yang memeriahkan), tetapi banyak Nahdliyin yang berbondong-bondong mengikuti kirab. Mereka merupakan para santri yang merasa terpanggil untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Fatkhurrohman, Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Trenggalek.


Lebih lanjut pria yang akrab disapa Fatkhur ini menjelaskan bahwa banyak nilai dari peristiwa Resolusi Jihad yang direfleksikan.


“Terutama tentang bagaimana ghirah NU dapat tumbuh kembali dengan gerakan-gerakan seperti ini, dengan demikian diharapkan dengan hal kirab santri yang selama ini belum mengenal dapat mengerti arti perjuangan NU,” ujarnya.


Menurutnya, peringatan Hari Santri adalah momentum yang dapat membakar kembali semangat santri dalam memperjuangkan berbagai hal, terutama semangat membangun bangsa dan negara.


“Yang perlu diingat lagi adalah Hari santri ini muncul karena adanya resolusi jihad yang kemudian menjadi pembakar semangat perjuangan bangsa. Makanya kita sebagai kader NU dapat mengingat kembali dan menanamkan semangat dalam berkhidmah,” ungkapnya.


Kirab Panji NU disambut antusias warga Trenggalek, sepanjang rute banyak warga yang menyaksikan dari rumah masing-masing.


“Kegiatan ini tidak semata berkeliling dan menunjukkan NU kepada masyarakat, karena masyarakat pasti sudah mengenal NU. Tujuannya agar dapat menumbuhkan jiwa ke-NU-an, nilai-nilai keaswajaan bagi masyarakat secara umum,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua PCNU Trenggalek, KH Fatchulloh Sholeh memberikan amanat agar hari santri harus diniati ibadah, khidmah, dan syiar.

 

“Sebisa mungkin kita dapat meneladani kehebatan dan semangat juang para ulama dan santri terdahulu,” katanya.


Meski dilaksanakan dengan menaati protokol kesehatan, acara ini berjalan tertib dan lancar. Hal tersebut tentu saja tidak lepas dari dukungan berbagai kalangan.

 

“Kami berterima kasih kepada Polres Trenggalek, Kodim, dan tentu saja Banser yang sudah mengawal acara ini. Alhamdulillah semuanya aman dan tertib,” bangganya.


Dirinya berharap momentum peringatan dapat menumbuhkan nilai kebanggaan bagi santri itu sendiri.

 

“Kami berharap santri bangga dan yakin bahwa santri memiliki daya juang tinggi, serta menyadari bahwa di tangan santri pula kemajuan peradaban bangsa dan agama dipertaruhkan,” pungkasnya.

 

Kegiatan diikuti jajaran PCNU dan sejumlah badan otonom, serta melewati Kecamatan Tugu, Karangan, Gandusari, Pogalan, dan finish di Kecamatan Trenggalek.


Penulis: Uliyatun Ni’mah


Editor:

Matraman Terbaru