• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Matraman

Cerita Anggota Banser Trenggalek Jadi Wasit PON Papua XX

Cerita Anggota Banser Trenggalek Jadi Wasit PON Papua XX
Yoga Manggala Tikna (kanan) bersama juri lainnya dalam gelaran pertandingan Bola Tangan. (16/10). (Foto: Manggala untuk NU Online Jatim)
Yoga Manggala Tikna (kanan) bersama juri lainnya dalam gelaran pertandingan Bola Tangan. (16/10). (Foto: Manggala untuk NU Online Jatim)

Trenggalek, NU Online Jatim

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX telah usai. Kini menyisakan cerita tersendiri bagi semua yang terlibat. Salah satunya wasit bola tangan (handball), Yoga Manggala Tikna asal Trenggalek.

 

Pria berusia 23 tahun tersebut tercatat sebagai anggota Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Serbaguna (Banser) Kecamatan Karangan. Yoga Manggala Tikna mengaku senang dan bersyukur bisa ikut ambil bagian menjadi wasit tanpa adanya kendala.

 

"Alhamdulillah selama bertugas di PON Papua saya bisa jadi wasit peserta-peserta dari seluruh Indonesia. Itu yang menjadi kebanggaan, karena sebelumya hanya daerah Jatim saja. Sekarang nasional, bisa mengetahui kulturnya di daerah sana seperti apa, permainan seperti apa," kata Manggala saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (16/10).

 

Mahasiswa STKIP Trenggalek yang tahun ini akan lulus tersebut mengungkapkan, selama pertandingan di arena, dirinya banyak memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman. Bisa berbagai pengetahuan dan pengalaman dengan wasit, pelatih, maupun official kontingen.

 

"Alhamdulillah dapat ilmu dari pengalaman yang berbeda-beda suatu daerah. Akhirnya bisa memperbaiki kekurangan yang ada," ungkap Manggala.

 

Ia menceritakan, dirinya bergabung menjadi wasit awalnya diajak oleh salah satu temannya untuk bermain dan belajar bola tangan. Ditambah juga, di kampusnya termasuk aktif di ekstrakurikuler handball karena diajak temannya.

 

Tak selang lama, tahun 2017 ia mengikuti lisensi yang bertepatan lokasinya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dari situ, ia belajar dan mengikuti semacam penataran. Hingga ia bertugas dari daerah ke daerah seperti di Tuban dan Sidoarjo.

 

Selanjutnya, Pengurus Bola Tangan Provinsi Jawa Timur merekomendasikan Manggala menjadi wasit di kancah perlombaan tingkat nasional.

 

"Oleh pengurus provinsi didaftarkan untuk ikut event nasional, termasuk event yang dinaungi  Asosiasi Bola Tangan Indonesia," ujar pemuda yang mengikuti Diklatsar Banser  di Desa Sukowetan, Trenggalek pada Juni 2021 lalu itu.

 

Ia mengaku, capaiannya saat ini berkah dari mengurusi Jam'iyah Nahdlatul Ulama. Karena bagaimanapun, Manggala masih menginginkan untuk terus berkhidmah.

 

"Alhamdulillah nderek (ikut, red) Banser barokah, baru kemarin ikut Diklat. Nderek-nderek ngalap barokah (mengambil berkah, red) mengurusi NU dan berkah dari kiai NU," imbuh pria alumni MAN Trenggalek tersebut.

 

Terakhir, dirinya mengajak anggota Banser dan Ansor untuk tidak mudah menyerah dan berusaha. Jangan mudah cepat puas dengan hasil yang diraih. Serta bisa memaksimalkan cita-cita yang diimpikan. 

 

"Yang penting terus berdoa, berusaha dan dipraktikkan. Jangan asal berusaha dan berdoa tetapi praktiknya menjadi beban. Semangat dan berjuang dalam kebenaran menegakkan walaupun kondisi apapun kita," tutupnya.

 

Diketahui, raihan emas di PON XX Papua, keluar sebagai juara umum masih dipertahankan Jawa Barat dengan 133 medali emas, 105 medali perak, dan 115 perunggu. Tepat dibawah Jawa Barat bertengger DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan 110 medali emas, 91 medali perak, dan 100 perunggu. 

 

 

Disusul Jawa Timur harus puas diposisi ketiga dengan torehan mengoleksi 110 emas, 89 perak, dan 88 perunggu. Gelaran 4 tahunan tersebut  ditutup secara seremonial oleh Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin pada pada Jumat (15/10) malam di di Stadion Lukas Enembe.


Editor:

Matraman Terbaru