• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Matraman

Mengenal Firdausi Nuzula, Qariah Asal Nganjuk Langganan Juara MTQ Nasional

Mengenal Firdausi Nuzula, Qariah Asal Nganjuk Langganan Juara MTQ Nasional
Firdausi Nuzula. Foto: Istimewa
Firdausi Nuzula. Foto: Istimewa

Nganjuk, NU Online Jatim

Lantunan ayat suci nan merdu dari pita suara Firdausi Nuzula beredar luas di media sosial. Pemilik suara indah itu ternyata putri kelahiran Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tahun 1996.

 

Kemampuannya dalam pembacaan Al-Qur'an yang telah dilatihnya selama belasan tahun berbuah prestasi membanggakan. Selain meraih berbagai penghargaan lomba tilawatil Qur’an tingkat provinsi, dia juga pernah meraih juara 2 ajang Indonesia Mengaji yang disiarkan salah satu televisi swasta nasional mewakili Jawa Timur.

 

“Kuncinya adalah istiqamah berlatih dan doa dari kedua orangtua,” ungkapnya kepada NU Online Jatim, Kamis (14/10/2021).

 

Seperti perlombaan pada umumnya, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu harus mengikuti seleksi dari tingkat kabupaten untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Setelah sukses di Jatim, ia langsung melenggang ke kancah nasional.

 

Berbagai kejuaraan yang berhasil ia raih di antaranya juara harapan 2 MTQ Mahasiswa UB nasional 2017, juara 1 MTQ LPTQ  Jatim 2017 remaja, juara 1 MTQ Nasional UIN Sunan Kalijaga, juara 1 MTQ LPTQ Jatim 2019, juara 1 MTQ Kapolda Jatim PW-JQHNU Jatim 2021 dan lainnya.

 

"Alhamdulillah bahagia, akhirnya menikmati bahkan seolah sudah jadi passion sekarang," terang gadis 24 tahun tersebut.

 

Menurut Zula, sapaan akrabnya, dukungan orang tua merupakan penyemangatnya. Diakuinya, meskipun ia tidak mengenyam pendidikan pondok pesantren, tapi ibunya yang juga memiliki kerabat qoriah telah banyak menginspirasinya.

 

“Orang tua sangat mendukung apa yang sudah dijalani dari awal sampai sekarang. Sejak awal orang tua yang mengenalkan dengan tilawah dan selalu menemani saat latihan,” ujarnya.

 

Setiap hari dirinya menyempatkan berlatih untuk menjaga kemampuannya. Dengan belajar dari banyak ustad dan bertukar ilmu dengan sesama qari’. Berkat hal itu ia banyak mempelajari variasi lantunan berbagai ayat Al-Qur'an.

 

"Meski sekarang sudah bekerja harus bisa mengatur jadwal untuk berlatih kepada guru," jelasnya

 

Zula tak pernah lupa dengan Ustad Khoirudin, pengajarnya di Nganjuk yang sejak tahun 2006 telah membimbing berbagai ilmu dalam tilawatil Qur'an. Setiap pulang ke kampung halamannya, ia biasa silaturahim ke kediaman gurunya tersebut untuk mengasah kembali kemampuannya.

 

“Saya ini termasuk lambat dalam menerapkan lagu baru, biasanya seminggu baru bisa. Terkadang terharu kepada guru saya karena kesabarannya dalam mendidik,” tutur gadis yang sehari-hari tinggal di Kota Malang tersebut.

 

 

Zula berpesan kepada generasi milenial agar tidak bosan melatih minat dan bakat yang dimiliki. Menurutnya, bakat yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada masing-masing orang adalah sebuah amanah yang harus dijaga dengan baik.

 

“Seiring usaha lahir, usaha batin juga dilakukan agar Allah mengabulkan hajat kita,” tandasnya.

 

Penulis: Hafidz Yusuf


Editor:

Matraman Terbaru