• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 24 Juni 2024

Matraman

Mengenal Wahyu, Sekretaris Umum PP IPPNU Asal Trenggalek

Mengenal Wahyu, Sekretaris Umum PP IPPNU Asal Trenggalek
Wahyu Mawadatul Habibah, Sekretaris Umum PP IPPNU masa khidmat 2022-2025. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Wahyu Mawadatul Habibah, Sekretaris Umum PP IPPNU masa khidmat 2022-2025. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Trenggalek, NU Online Jatim
Siapa sangka kader pelajar NU Kabupaten Trenggalek akan mendapat amanah sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) masa khidmat 2022-2025. Ia adalah Wahyu Mawadatul Habibah, yang sebelumnya anggota Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Trenggalek hingga Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jatim.


"Saya dulu pernah diremehkan oleh orang-orang yang katanya tidak pantas. Tidak pantas di PC IPPNU, tidak pantas di PW IPPNU. Saya hanya diam dan hanya tersenyum. Kemudian dalam hati, lihat akan saya buktikan," ungkap Wahyu saat dihubungi NU Online Jatim melalui perpesanan WhatsApp, Sabtu (07/01/2023).


Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini mengaku mengenal organisasi pelajar IPPNU ketika menginjak kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ada pelajaran lokal Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), mengingat sekolahnya tersebut di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU.


“Saat itu saya memperoleh pelajaran ke-Aswaja-an yang di dalamnya juga mengenalkan banom-banom NU, salah satunya IPPNU. Namun, saat itu hanya sebatas mengetahui dalam ranah pengetahuan pelajaran,” terangnya.


Ia mengaku mulai mengikuti kegiatan IPPNU saat dirinya memasuki bangku kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qomarul Hidayah Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek pada tahun 2013.


"Kebetulan Ibu saya adalah kader NU, kader Muslimat NU. Ketika saya masih kelas IX MTs  disuruh oleh orang tua untuk ikut IPPNU. Katanya biar nanti jadi anak yang bener dan berguna," ucapnya.


Berselang dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2015 ada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPPNU Kecamatan Tugu dan dirinya ikut serta. Pasca itu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Tugu sempat vakum dan akhirnya terbentuk lagi. Sewaktu itu, Wahyu diamanahi di Departemen Kaderisasi dan mengikuti pengkaderan mulai dari Masa Kesetiaan Anggota (Makesta).


Berhubung dirinya fokus dengan pendidikan hingga jelang lulus kuliah, ia sedikit mengenyampingkan organisasi. Barulah pada 2017 dan 2018 aktif kembali serta mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), dan saat Konferancab selanjutnya ia terpilih sebagai Ketua PAC IPPNU Tugu.


Pada 2019, perempuan yang tengah menyelesaikan studi S2 Pendidikan Matematika ini mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) dan disusul pula mengikuti Latihan Pelatih (Latpel). Hingga kemudian ia masuk jajaran PC IPPNU Trenggalek sekaligus direkomendasikan sebagai Anggota Kaderisasi PW IPPNU Jatim.


Peserta Terbaik Latpelnas
Karir Wahyu pun terus menanjak. Ia kemudian mengikuti kaderisasi Latpel 2 dan Latihan Pelatih Nasional (Latpelnas) pada tahun 2022 di Jakarta. Bahkan, pada jenjang kaderisasi Latpelnas tersebut ia dinobatkan sebagai peserta terbaik.


"Kemarin saya ikut Latpelnas. Alhamdulillah, dianugerahi sebagai peserta terbaik saat Latpelnas yang diselenggarakan di Jakarta kemarin," bebernya.


Sebab inilah (peserta terbaik Latpelnas) ia akhirnya dipilih sebagai Sekretaris Umum PP IPPNU. Dirinya pun mereka-reka perantara lainnya, semisal kebiasaan dirinya yang terjun langsung ke 44 PC IPPNU se Jawa Timur. Selain itu, umur Wahyu terbilang cukup muda dan selaras dengan harapan PBNU Terkait peremajaan usia kader IPNU-IPPNU.


"Umur sekian adalah umur-umur emas di PP IPPNU. Mungkin itu beberapa hal yang membuat mereka memilih saya," kata Wahyu.


Perempuan yang hobi traveling ini mengaku, perasaan jauh dari keluarga pasti berbeda karena saat ini ia harus di Jakarta mengabdi di PP IPPNU. Mengingat, biasanya ia hanya sepekan sekali meninggalkan rumah, baik ke Kantor PW IPPNU Jatim di Surabaya atau mengawal kegiatan kaderisasi di kabupaten/kota di Jawa Timur.


Namun, kebiasaan jauh dari keluarga sedikit memberikan pengalaman bagi dirinya. Untuk mengobati rasa rindu kepada orang tua, perempuan berkaca mata ini selalu memberi kabar melalui pesan singkat. Tak jarang pula dirinya melakukan panggilan video untuk sekadar memberi kabar keadaannya di Jakarta.


"Pesan orang tua, selama saya bisa berkhidmah di NU, jalani dan lakukan. Karena kita tidak tahu nanti berkahnya nanti seperti apa di kemudian hari," terangnya.


Ia pun menceritakan, dirinya sempat silaturahim ke Ketua PCNU Trenggalek KH Fatchullah Sholeh sebelum wafat. Pertama, selepas Kongres IPNU-IPPNU dan kedua ketika hendak berangkat ke Jakarta.


Dalam kesempatan itu, Gus Loh memberikan beberapa pesan, salah satunya agar Wahyu betah di Jakarta. Bahkan, ia secara khusus meminta Wahyu untuk tidak sungkan-sungkan cerita, karena sudah menganggap seperti anak sendiri.


"Beliau juga meminta saya agar menata niat, supaya di sana tidak terombang-ambing dan punya pendirian yang teguh," kenangnya.


Terakhir, Wahyu berpesan kepada kader IPPNU agar tidak lelah dan mengeluh dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama melalui IPPNU. Karena ketika sudah cinta dengan IPPNU, maka apa yang bisa disumbangsihkan untuk IPPNU bisa diberikan dengan jalan mudah lewat pengabdian. Ia pun menegaskan agar tidak pernah berharap hal yang diperoleh di IPPNU selain barokah muassis NU.


"Entah apapun itu, nanti pasti kita akan mendapatkan barokahnya sendiri. Tetaplah dengan Trilogi belajar berjuang bertakwa. Karena sebagai pelajar kita dituntut untuk selalu belajar dan berjuang. Serta, karena kita adalah hamba Allah, maka kita jangan lupa untuk selalu bertakwa," tandasnya.


Matraman Terbaru