• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Matraman

Meski Telah Wafat, Manfaat dan Keberkahan Gus Dur Terus Mengalir

Meski Telah Wafat, Manfaat dan Keberkahan Gus Dur Terus Mengalir
Makam Gus Dur. (Foto: NOJ/Aru)
Makam Gus Dur. (Foto: NOJ/Aru)

Jombang, NU Online Jatim

Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Bidang Protokoler dan Humas, Teuku Azwani mengenang Hari Lahir (Harlah) Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

 

Menurutnya, Gus Dur merupakan tokoh ulama NU yang selalu menjaga toleransi umat beragama dan keutuhan Indonesia.

 

"Gus Dur merupakan tokoh pluralisme yang menjadi panutan santri Tebuireng, bahkan sosoknya dikagumi sejumlah masyarakat di Indonesia hingga mancanegara," katanya kepada NU Online Jatim. Rabu (07/09/2022).

 

Disampaikannya, Gus Dur banyak mewarisi jejak Ayahnya KH A Wahid Hasyim, serta Kakeknya KH Hasyim Asy'ari di bidang keilmuan dan ukhuwah islamiyah.

 

Gus Dur adalah ulama yang sangat jujur, sederhana, ikhlas serta dikenal memiliki karakter yang humoris, bahkan celotehannya yang khas masih digunakan masyarakat indonesia hingga saat ini. Maka tak heran jika perannya sangat dicintai masyarakat hingga kalangan pejabat.

 

"Gus itu khairunnas anfauhum linnas, sebaik baik manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Seperti yang kita ketahui jasa jasa beliau masih dirasakan hingga saat ini," ungkapnya.

 

Oleh karenanya, meski Gus Dur telah wafat, kemanfaatan dan keberkahannya terus mengalir. 

 

"Bahkan kotak amal dari sumbangan peziarah makam Gus Dur tersebut disumbangkan untuk membantu perekonomian masyarakat fakir miskin, yatim piatu, pembangunan tempat ibadah, bakti sosial serta sejumlah kegiatan sosial lainnya," terangnya.

 

Dirinya berharap agar santri santri Tebuireng dapat meneladani sosok yang menjunjung tinggi toleransi, amanah serta inspiratif tersebut.

 

"Semoga ikhtiar kami dalam mendidik santri Tebuireng ini dapat melahirkan generasi unggul yang tidak sekedar paham ilmu agama maupun cakap digital, tetapi juga diharapkan menjadi santri yang rahmatan lil alamin, yang  senantiasa mengamalkan ilmunya untuk agama dan tanah air," harap Azwani.

 

Diketahui, pada momen peringatan hari lahir Gus Dur ini, selain dipadati peziarah yang hadir dari sejumlah daerah, turut hadir Yenny Wahid, putri Gus Dur tersebut tiba di Pondok Pesantren Tebuireng pada pukul 13:30 WIB didampingi ajudan pribadinya. Kedatangannya pun disambut oleh Nyai Farida serta Gus Billy.


Matraman Terbaru