• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Januari 2023

Matraman

Peringatan Maulid Nabi Upaya Pengakuan Umat Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Upaya Pengakuan Umat Rasulullah
Peringatan Maulid Nabi Upaya Pengakuan Umat Rasulullah. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Peringatan Maulid Nabi Upaya Pengakuan Umat Rasulullah. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, KH Moch Burhanuddin HB mengatakan, setiap memasuki bulan Rabiul Awal umat Islam berlomba-lomba melaksanakan kegiatan maulid Nabi. Hal itu merupakan bukti agar diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW.


“Kalau kita menjadi umat nabi, ada harapan kita nanti di hari kelak untuk mendapat syafaatnya, dan kita tergolong menjadi kelompoknya, dan dimasukkan dalam surganya Allah SWT,” ujarnya saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di halaman masjid pesantren setempat, Kamis (06/10/2022).


Kiai Burhan mengatakan, zaman sekarang sudah mulai bermunculan kelompok yang menentang dan mempermasalahkan adanya peringatan Maulid Nabi. Oleh karenanya, santri hendaknya lebih bersemangat dalam menggelorakan kegiatan yang diwariskan oleh salafus shalih.


“Kita upayakan bahwa apa yang sudah dicontohkan oleh para sesepuh harus terus kita pertahankan dan kembangkan. Kita punya pedoman untuk mempertahankan tradisi orang saleh zaman dahulu, tetapi kita juga menerima perkembangan tradisi yang lain (yang baik-baik),” terangnya.


Diketahui, kegiatan tersebut diikuti 500 santri beserta keluarga besar pesantren setempat. Rangkaian acara diawali dengan tawasul dengan pembacaan surat Al-Fatihah, pembacaan Maulid Al Barzanji, dan diakhiri dengan doa.


Setelah rangkaian kegiatan selesai, tak lupa keluarga besar pesantren menikmati hidangan khas maulid, yakni ingkung ayam kampung.


Matraman Terbaru