• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Matraman

Pesantren di Pacitan Gelar Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an Metode Tartila

Pesantren di Pacitan Gelar Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an Metode Tartila
Suasana Pendidikan dan Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an dengan Metode Tartila di Ponpes Nahdlatussubban, Pacitan. (Foto: NOJ/NHD Online)
Suasana Pendidikan dan Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an dengan Metode Tartila di Ponpes Nahdlatussubban, Pacitan. (Foto: NOJ/NHD Online)

Pacitan, NU Online Jatim

Menyambut perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatussubban, Desa Arjowinangun, Kecamatan/Kabupaten Pacitan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an dengan Metode Tartila. Kegiatan ini dipusatkan di auditorium KH Masduki Dja’far Ponpes setempat, Ahad (29/01/2023).


Adapun narasumber kegiatan ini adalah Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran Al-Qur'an (LP4Q) Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Timur (Jatim), KH. M. Khoiruddin Abdul Qodir dan KH. M. Muhyiddin Ma’sum, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat LP4Q.


Pengasuh Ponpes Nahdlatussubban, KH. Abdulloh Sadjad mengatakan, kegiatan tersebut nanti akan berkesinambungan terus menerus. Pihak pesantren akan mengadakan tindak lanjut untuk mengulas materi yang telah disampaikan oleh narasumber.


“Insya Allah akan kita program nantinya. Kita bangun komunikasi jadi tidak berhenti setelah diklat. Nanti kita review Kembali sambil evaluasi barangkali ada metode yang agak ada hambatan,” katanya.


Sementara Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat LP4Q, KH. M. Muhyiddin Ma’sum menjelaskan, materi menggunakan Buku Tartila Bil Qolam  yang telah digunakan di berbagai macam sekolah negeri dan swasta.  Menurutnya, metode yang ia gunakan bisa mencapai target kecerdasan yang tinggi karena harus dipelajari dengan membaca juga menulis.


“Mengapa harus memakai bacaan dan mengapa harus menulis juga? Metode ini sudah saya adakan penelitian, kepada anak Sekolah Dasar (SD),  di situ bisa mencapai target kecerdasan yang tinggi sekali,” terangnya.


Dirinya menyampaikan, selama ini gerakan mencintai Al-Qur'an hanya dilakukan dengan memahami tata cara membacanya saja, namun juga tidak kalah pentingnya anjuran menulis. Dengan menulis seseorang akan berusaha mencintai apa yang telah ia tulis dan akhirnya akan berusaha untuk menghayati.


“Bacaan dapat dipelajari sekaligus dapat dilupakan orang. Namun menulis akan senantiasa terekam abadi. Karena ini saling menunjang, maka diadakan metode baca tulis Al-Qur'an yang dalam arabnya dinamakan Tartila bil Qolam,” tandasnya.


Matraman Terbaru