• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Syiarkan Metode Tartila, JQHNU Jatim Teken MoU dengan Unuja

Syiarkan Metode Tartila, JQHNU Jatim Teken MoU dengan Unuja
Kerja sama PW JQHNU Jatim dengan Unuja Paiton, Probolinggo dalam penerapan metode Tartila. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Kerja sama PW JQHNU Jatim dengan Unuja Paiton, Probolinggo dalam penerapan metode Tartila. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Surabaya, NU Online Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Timur melakukan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Probolinggo. Kerja sama tersebut dalam hal penerapan metode belajar cepat membaca Al-Qur'an ‘Tartila’ bagi mahasiswa.


Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan disela audiensi PW JQHNU Jatim bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Kantor PWNU Jatim, Kota Surabaya, Selasa (08/02/2022).


Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unuja, KH Faiz Abdul Haq Zaini mengatakan, 70 persen mahasiswa Unuja berasal dari luar pesantren. Oleh karena itu, dengan adanya kerja sama ini diharapkan lulusan Unuja tuntas dalam pembelajaran Al-Qur'an.


"Nanti ada tashih, anak-anak yang ada di Unuja ini jika lulus utuh dan tuntas belajar Al-Qur'an, ia akan ada syahadah Al-Qur'annya," tutur Gus Faiz, sapaan akrabnya.


Sementara itu, Katib Majelis Ilmi PW JQHNU Jatim, KH Sobar Iman Lutfi mengatakan, langkah kerja sama ini sudah sangat tepat. Mengingat, Unuja Paiton merupakan perguruan tinggi milik pesantren yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah ala NU.


"Kerja sama dengan kita terkait hal ini sudah sangat pas. Hal ini akan segera kami tindak lanjuti," ucap Kiai Sobar.


Kiai Sobar menambahkan, agar pembelajaran Al-Qur'an di Unuja bisa terus berjalan sesuai dengan standardnya, dirinya melalui Lembaga Pengembangan Pembinaan Pendidikan dan Pembelajaran Al-Qur’an (LP4Q) milik JQHNU akan mengadakan pelatihan.
 


"Menurut Gus Faiz, sudah ada 25 orang dari Unuja yang insyaallah segera akan kita latih dan bina untuk dijadikan traniner dan asesor. Namun, terkait syahadah tetap dari kita dan saat ujian akhir kita juga terlibat seperti yang diinginkan pihak Unuja," pungkasnya.


Metropolis Terbaru