• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Wakil Rais NU Jatim: Waspada Radikalisme Berbaju Rumah Tahfidz

Wakil Rais NU Jatim: Waspada Radikalisme Berbaju Rumah Tahfidz
Audiensi JQHNU Jatim dengan PWNU Jatim. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
Audiensi JQHNU Jatim dengan PWNU Jatim. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Surabaya, NU Online Jatim

KH Abdul Matin, Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, mengingatkan para pegiat organisasi pecinta Al-Qur’an di lingkungan NU waspada dengan menjamurnya rumah tahfidz yang didalamnya membawa paham radikal. Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) berperan penting dalam membendung gerakan seperti itu.


Hal itu disampaikan Kiai Matin dalam audiensi dengan Pengurus Wilayah JQHNU Jatim dan PC JQHNU se-Jatim di kantor PWNU Jatim di Surabaya, Selasa (08/03/2022). "Sudah banyak korban dari program rumah-rumah tahfidz ini, maka JQHNU mempunyai tugas untuk menerbitkan itu bagaimana dapat membendung mereka," pesan Kiai asal Tuban itu.


KH Ahid Sufiaji Ketua PW JQHNU Jatim mengaku ke depan dirinya akan menekankan kepada JQHNU di tingkat cabang untuk mendirikan rumah-rumah tahfidz. Selain itu, dia mengaku sudah menyiapkan metode tahfidz menarik yang nantinya akan digunakan di rumah tahfidz tersebut.


"Nama metodenya adalah metode Tikror. Insyaallah masalah ini akan dibahas lebih dalam saat rapet kerja usai pelantikan," katanya.


Di kesempatan lain, KH Sobar Iman Lutfi, Katib Majelis Ilmi PW JQNU Jatim, menjelaskan, ada beberapa poin penting yang telah dihasilkan dari audiensi bersama PWNU Jatim. Di antaranya PWNU Jatim membuka beasiswa S1 bagi qari-qari'ah serta hafidz-hafidzah yang berprestasi.


"Minimal prestasi tingkat kabupaten. Nanti bisa dapat kuliah di Universitas Negeri dan Universitas milik NU di Jatim. Selain itu ada program tartila di sekolah-sekolah saat Ramadlan dan juga menguatkan kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ)," pungkas Kiai Sobar.


Metropolis Terbaru