• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

JQHNU Sumenep Syiar Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an Metode Tartila

JQHNU Sumenep Syiar Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an Metode Tartila
Pelatihan baca dan tulis Al-Qur'an metode tartila oleh PC JQHNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Pelatihan baca dan tulis Al-Qur'an metode tartila oleh PC JQHNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyatul Qurro' wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sumenep melalui Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran Al-Qur'an (LP4Q) mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an dengan metode Tartila. Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Jum'at-Ahad (05-07/08/2022).


Ketua LP4Q JQHNU Sumenep, Mistari menjelaskan, di Kabupaten Sumenep lembaga tersebut baru berdiri pada 31 Juli 2022 lalu. Meski baru sepekan berdiri, Pengurus LP4Q JQHNU Sumenep bertekad mengenalkan metode baca tulis Al-Qur'an yang dibuat langsung oleh ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU) di kabupaten berjuluk kota keris ini.


"Ini merupakan sebuah lembaga yang diberi mandat khusus memasyarakatkan metode tartila yang dirintis pada tahun 1998 pada masa Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU," jelasnya kepada NU Online Jatim.


Mistari mengatakan, sejak ada LP4Q ini metode tartila terus diperbarui dengan menggabungkan dua metode, yaitu membaca dan menulis. "Perintah dari Allah kepada Muhammad kan selain iqra' adalah qolam, jadi ini alasan menggabungkan keduanya," ucapnya.


Ia menyebutkan untuk memudahkan belajar metode baca dan tulis Al-Qur’an tersebut, terdapat buku panduan yang secara khusus mengajarkan secara bertahap. Di awal metode ini dicetuskan, terdapat 6 jilid buku yang membahas tata cara bacaan Al-Qur’an.


"Seperti halnya buku Iqra', ini juga sama ada jilid 1-6 yang mempelajari bacaan saja. Ada juga, buku lainnya adalah turunan Juz Amma. Buku ini mengajari metode menulis mulai dari juz 30 dan surat-surat pilihan," ujar Mistari.


Misal untuk diajarkan di tingkat selanjutnya, seperti Madrasah Tsanawiyah, ada metode Al-Qur'an menulis 30 juz. Dimana dalam 1 jilid terdapat 10 Juz. Ada juga metode Tartila Pres Sekolah yang diperuntukkan untuk anak-anak PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK). Metode ini adalah metode bernyanyi yang disukai anak.


"Jadi, nanti anak-anak seakan tidak merasa kalau sedang belajar Al-Qur'an karena keasyikannya dalam bernyanyi," kata Mistari.


Ia menjelaskan, acara ini bertujuan untuk mencetak guru para generasi Qur'ani yang siap diterjunkan ke masing-masing kecamatan. Menurutnya, pelatihan yang diadakan saat ini diisi peserta dari lembaga yang menggunakan metode tartila, dan ditambah pengurus JQHNU Sumenep.


"Diharapkan metode tartila yang diciptakan oleh ulama NU dapat membumi di Kabupaten Sumenep. Sehingga warga Sumenep yang 90 persen warganya berhaluan NU dapat memahami dan menggunakan metode ini," pungkasnya.


Madura Terbaru