• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Matraman

Sejumlah Kiai Doakan Peserta Khitanan Massal di Ponorogo

Sejumlah Kiai Doakan Peserta Khitanan Massal di Ponorogo
Orang tua menemani anak yang sedang dikhitan. (Foto: NOJ/Zen M)
Orang tua menemani anak yang sedang dikhitan. (Foto: NOJ/Zen M)

Ponorogo, NU Online Jatim

Aksi sosial kerap digelar dalam rangkaian peringatan Isra’ Mi'raj Nabi Muhammad SAW sekaligus rangkaian peringatan hari lahir ke-98 Nahdlatul Ulama.

 

Seperti yang dilakukan NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Dengan menggandeng Klinik Dharma Husada dan Bhaitul Khitan menyelenggarakan khitanan masal gratis, Senin (22/03/2021).

 

Kegiatan sunat masal ini berjalan lain dari yang lain karena sebelum perserta dikhitan diberikan doa oleh para kiai NU setempat.

Acara dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif As Salam. Belasan peserta khitanan massal mulai mengantri. Para kiai tampak pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Suasana pun jadi haru, membuat peserta menitikkan air mata haru.

Winarto, ketua pelaksana mengatakan acara tersebut akan dijadikan agenda tahunan dengan sasaran yakni Nahdiyin yang berhak.

"Alhamdulillah untuk hari ini ada 18 peserta yang ikut khitan massal gratis," katanya.

Ketua dua NU Care-LAZISNU Kecamatan Sooko tersebut mengatakan bahwa kegiatan terselenggara atas kerja sama dengan donatur, Klinik Dharma Husada dan Bhaitul Khitan.

"Kami sangat berterima kasih, semoga tahun depan bisa terjalin kembali dan peserta bisa lebih banyak," jelasnya.

Dengan adanya khitan massal, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sooko menyampaikan bahwa masyarakat sekitar sangat senang dan antusias.

Sementara itu, Trimono salah seorang orang tua peserta mengaku sangat senang dengan adanya khitanan massal ini.

"Jadi bukan karena gratisnya, tapi doa dari para kiai dan ulama NU untuk anak kami yang ikut khitan," akunya.

Kemudian dalam metode sunat, Widodo selaku pemilik Klinik Dharma Husada menjelaskan menggunakan metode baru yang disebut super ring.

"Kelebihan dari super ring ini, bahannya sangat ringan, jadi sangat nyaman untuk anak. Yang kedua, ring akan lepas dengan sendirinya, tidak pakai perban. Jadi sehabis sunat anak bisa beraktivitas seperti tidak dikhitan," paparnya.

Khitanan massal ini merupakan terobosan baru LAZISNU Sooko dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Sumarlin selaku Sekretaris NU Care-LAZISNU Ponorogo berharap kegiatan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

"Selamat buat Sooko, kegiatan ini pertama dilakukan NU Care-LAZISNU di wilayah Ponorogo pada periode ini," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Matraman Terbaru