• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Matraman

Sosok Istiqamah Berkhidmah, Kader CBP di Trenggalek Wafat

Sosok Istiqamah Berkhidmah, Kader CBP di Trenggalek Wafat
Diki Restu Priansyah, kader DKAC CBP IPNU Durenan, Kabupaten Trenggalek yang wafat. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Diki Restu Priansyah, kader DKAC CBP IPNU Durenan, Kabupaten Trenggalek yang wafat. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Trenggalek, NU Online Jatim

Kabar duka menyelimuti salah satu kader Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Durenan, Kabupaten Trenggalek. Diki Restu Priansyah menghembuskan nafas terakhir, Rabu (01/12/2021) setelah mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit.

 

Salah satu rekan karib, yang juga aktif di DKAC CBP IPNU Durenan, Muhammad Rizqi Rafli mengaku, almarhum adalah sosok yang ringan tangan dalam menjalankan tugas.

 

"Selama ada tugas, disuruh mengawal kegiatan ia selalu siap. Tercatat, ia telah lulus Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama). Dan sejak itu semangatnya dalam berkhidmat berlipat ganda,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (01/12/2021).

 

Menurutnya, ia orang yang rajin ibadah dan mengaji. Hal tersebut menurutnya sulit ditemukan di zaman sekarang yang masih menyempatkan waktu untuk mengaji.

 

"Diki masih mau hadir mengaji meskipun dengan orang yang tua-tua. Di kalangan masyarakat ia termasuk pemuda yang baik, tidak neko-neko," ungkapnya.

 

Rizqi mengungkapkan, yang berkesan dari sosok almarhum adalah saat rumah almarhum dijadikan basecame untuk teman-temannya. Sering juga dijadikan tempat untuk latihan shalawat.

 

Ia menambahkan, satu hal yang masih teringat dalam benaknya ialah setiap kali teman-teman bermain ke rumah almarhum, ia dengan ikhlas membuatkan kopi. Almarhum tidak merasa terbebani ataupun merasa repot dengan hal itu.

 

"Iklas yang berkesan di teman-teman ya itu, mengingat sering dibuatkan kopi oleh almarhum," ungkapnya.

 

Selain keiklasan Diki, ada lagi kegigihan almarhum yang pernah dirasakan oleh teman karibnya. Saat harus berangkat ke Malang untuk mendaftar kuliah di salah satu perguruan tinggi. Meski belum diterima, almarhum tidak merasa menyesal, membuang waktu, tenaga ataupun biaya.

 

"Dia merasa ya sudah kalau tidak diterima ini buat liburan saja," ujarnya sambil menirukan almarhum.

 

Sementara teman lainnya, Siti Maskun Azizah mengatakan bahwa almarhum merupakan sosok yang aktif di organisasi. Sering ikut berpartisipasi ketika ada kegiatan baik ranting maupun di PAC.

 

"Kalau ada kegiatan CBP-KPP semangat ikut. Seperti PAC ada Makesta atau kegiatan lainnya ia juga ikut mensukseskan," paparnya.

 

Kuni sapaan akrabya, berdoa semoga almarhum diterima semua amal kebaikan dan digolongkan husnul khatimah. Selanjutnya keluarga, dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan.

 

"Semoga kita bisa mencontoh semangat beliau," tutup mahasiswa STIT Sunan Giri tersebut.


Matraman Terbaru