• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Parlemen

Lawan Stunting sebagai Wujud Implementasi Nilai Pancasila

Lawan Stunting sebagai Wujud Implementasi Nilai Pancasila
Anggota DPRD Jatim dari PKB Siti Mukiyarti memberikan penguatan kebangsaan di Trenggalek. (Foto: NOJ/ A Toriq A)
Anggota DPRD Jatim dari PKB Siti Mukiyarti memberikan penguatan kebangsaan di Trenggalek. (Foto: NOJ/ A Toriq A)

Trenggalek, NU Online Jatim

Anggota DPRD Jawa Timur Siti Mukiyarti memberikan penguasaan kebangsaan kepada masyarakat di daerah Kabupaten Trenggalek. Ia juga menggelar sosialisasi di hadapan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Trenggalek di Hall Hotel Hayam Wuruk, Sabtu ( 27/11/2021).

 

"Saya selaku anggota DPRD Jawa Timur, ini adalah Sosialisasi pertama dapat jatah dan diberikan kepada Laskar HIMPAUDI," kata anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Jatim itu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mukiyarti menekankan agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila  untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Lebih lanjut anggota komisi E ini memaparkan, sebagai salah satu bentuk wujud dari nilai pancasila, ia juga membahas terkait permasalahan stunting dan perbaikan gizi, sesuai dengan muatan Perda Provinsi Jatim Nomor 11 Tahun 2011.

 

Perbaikan gizi pada anak-anak saat ini juga harus menjadi perioritas utama, agar bibit-bitit SDM untuk masa depan bangsa dapa terjaga kualitasnya. Hal tersebut dapat dimulai dengan sosialisasi edukasi terkait bagaimana caranya menghindari stunting.

 

Dalam percepatan penurunan stunting. Melalui pemenuhan pelayanan kesehatan dasar di posyandu, pemenuhan gizi melalui peningkatan pemberian makanan tambahan.

 

"Untuk mengentaskan Stunting khususnya di Kabupaten Trenggalek itu adalah kewajiban kita bersama, minimal memberi edukasi peningkatan gizi pada anak agar terhindar dari Stunting," ujarnya.

 

Ia katakan, di lndonesia, angka prevalensi stunting masih cenderung tinggi, dan hal ini juga masih menjadi perhatian serius di Provinsi ujung timur Pulau Jawa ini.

 

Berdasarkan data SSGBI 2019 prevalensi stunting nasional yaitu 27,67 persen, prevalensi stunting Jawa Timur ada diurutan ke-5 terbesar di Indonesia yaitu 26,9 persen, setelah Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Tengah.

 

Oleh karenanya, ia berharap kepada hadirin saat itu, bersama-sama memberikan penyuluhan dalam menurunkan angka stunting ini.

 

"Kami berharap semua yang hadir ini menjadi laskar-laskar pengentasan Stunting di Kabupaten Trenggalek," harap Mukiyarti.


Parlemen Terbaru