• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Matraman

Wisata Religi, Cara Madrasah Diniyah di Pacitan Ingatkan Kiprah Pendahulu

Wisata Religi, Cara Madrasah Diniyah di Pacitan Ingatkan Kiprah Pendahulu
Suasana makam KH Umar Syahid atau Mbah Umar Tumbu, di kompleks Pesantren Nur Rohman, Njajar, Donorojo, Pacitan. (Foto: NOJ/NUo)
Suasana makam KH Umar Syahid atau Mbah Umar Tumbu, di kompleks Pesantren Nur Rohman, Njajar, Donorojo, Pacitan. (Foto: NOJ/NUo)

Pacitan, NU Online Jatim
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memastikan bahwa para ustadz dan ustadzah memiliki ketersambungan sanad dan semangat dalam berkhidmat. 
 

Seperti yang dilakukan puluhan ustadz dan ustadzah Madrasah Diniyah (Madin) Mambaul Ulum yang ada di Dusun Dembo Desa Mlati Kecamatan Arjosari, Pacitan. Mereka beserta keluarga menggelar ziarah ke makam sesepuh dan aulia di Kabupaten Pacitan akhir pekan lalu.
 

“Kendati hujan lebat, namun semangat untuk menuntaskan ziarah ke makbarah terus dilakukan,” kata Kepala Madin, Muhammad Ikhsanudin kepada NU Online Jatim.
 

Dijelaskannya bahwa ziarah atau wisata religi dimulai dari makam Kiai Abdul Manan Semanten dilanjutkan dengan makam pendiri Kabupaten Pacitan yakni makam Kanjeng Jimat dan berakhir di makam KH Umar Syahid atau Mbah Umar Tumbu, di kompleks Pesantren Nur Rohman, Njajar, Donorojo.
 .

Dikemukakan bahwa wisata religi berupa ziarah ke makam pendahulu memiliki makna demikian penting. Salah satunya adalah dapat mengetahui sejarah dan kiprah orang penting di kawasan ini.
 

“Wisata religi ini bertujuan untuk mengetahui sejarah pendiri dan sesepuh Pacitan,” katanya.
 

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak mendoakan mereka yang telah wafat agar mendapat nikmat kubur dan segala dosanya diampuni. Karena jasa kalangan yang telah meninggal demikian penting dan agung.
 

Dijelaskan bahwa kegiatan ziarah tidak hanya diadakan kali ini, namun digelar pula pada kesempatan berbeda. Tentu saja memprioritaskan mengunjungi makam tokoh lokal di Pacitan.
 

“Ziarah ini merupakan program madrasah yang akan dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya, dimulai dengan ziarah ke makam Pacitan dahulu,” terangnya.
 

Usai ziarah makam, rombongan menuntaskan dengan melepas penat di Pantai Kasab Pacitan. Karena seperti diketahui, pantai tersebut menyuguhkan pesona keindahan alam.
 

“Harapannya para ustadz dan ustadzah melepas penat setelah melaksanakan ujian,” tutupnya.
 

Penulis: Siti Nur Aini 


Editor:

Matraman Terbaru