• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Matraman

Lesbumi dan PMII Pacitan Kampanye Pelestarian Budaya

Lesbumi dan PMII Pacitan Kampanye Pelestarian Budaya
Diskusi budaya Tosan Aji oleh Lesbumi dan PMII Kabupaten Pacitan. (Foto: NOJ/Risalatul Mu'awanah)
Diskusi budaya Tosan Aji oleh Lesbumi dan PMII Kabupaten Pacitan. (Foto: NOJ/Risalatul Mu'awanah)

Pacitan, NU Online Jatim

Lembaga Seni dan Budaya (Lesbumi) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pacitan menggelar Sarasehan Tosan Aji di Pendopo Petilasan Setro Ketipo, Nanggungan, Ahad (24/10). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari kampanye pelestarian budaya dengan memanfaatkan Hari Santri Nasional (HSN) 2021.

 

Endro Wibowo, Ketua Paguyuban Wilah Padang Arum memaparkan bahwa Tosan Aji merupakan pusaka yang terbuat dari logam. Baik itu berupa keris, tombak, pedang, kudhi, rencong, Mandau, atau pun celurit. “Jadi, ketika ada pusaka yang terbuat dari logam, itu dinamakan Tosan Aji atau Wesi Aji,” katanya.

 

Sementara itu, Founder Komunitas Sanggar Lung, Rudhi Prasetyo menjelaskan, menurut perspektif budaya Jawa, keris merupakan salah satu Tosan Aji yang memiliki ornamen unik dan makna filosofis. Proses pembuatan yang sulit juga menjadikan keris merupakan benda yang langka.

 

“Tosan, benda atos (keras) tapi warisan. Jadi, kalau kita itu diberikan warisan, mari kita jaga. Siapa tahu di situ ada doa, ada rasa, ada keinginan para leluhur yang ingin menyejahterakan generasinya, maka jangan disepelekan,” ungkapnya.

 

Rudhi mengimbau kepada para peserta agar sebagai orang Jawa  agar tidak memandang sebelah mata akan keberadaan sebuah keris. Namun, juga harus berhati-hati supaya tidak mencampuradukkan antara budaya dan keyakinan.

 

“Janganlah memandang sebelah mata sebuah keris, hal ini bukan berarti musyrik dan bisa menjadi musyrik ketika kita salah pandang, jangan terjebak pada karantina-karantina pola pikir yang sempit agar tidak mudah terjerumus,” tegasnya.


Matraman Terbaru