• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 4 Februari 2023

Metropolis

26 Gempa Bumi Guncang Jatim Selatan Hari Ini

26 Gempa Bumi Guncang Jatim Selatan Hari Ini
Salah satu titik gempa di Jatim Selatan yang dilaporkan BMKG. Foto: Istimewa
Salah satu titik gempa di Jatim Selatan yang dilaporkan BMKG. Foto: Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Gempa bumi tercatat hingga 26 kali mengguncang wilayah selatan Jawa Timur hari ini, Sabtu (09/07/2022). Gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 5,2 serta kejadian lainnya dengan kekuatan berbeda.


Laporan awal BMKG menyebutkan, rentetan aktivitas gempa di selatan Jawa Timur terjadi sejak pukul 03.27 - 08.00 WIB pagi tadi.


“Sudah terjadi 14 kali gempa. Sebelum gempa utama (main shock) magnitudo 5,2 juga didahului dua kali aktivitas gempa pembuka," demikian isi laporan Laporan BMKG Juanda.


Dari laporan BMKG Karangkates disampaikan, episenter gempa pertama terletak pada koordinat 9,68 derajat lintang selatan; 112,89 derajat bujur timur, atau tepatnya di laut pada jarak 175 kilometer arah barat daya Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada kedalaman 47 kilometer.


"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangkates, Kepanjen, Lumajang, Blitar dengan skala intensitas II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," dikutip dari laporan BMKG.


Disebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.


Adapun hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme oblique naik.


Pada pukul 03.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada dua aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo 4,0 dan magnitudo 4,1.


Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujarnya.


Untuk gempa lainnya di antaranya terjadi pada pukul 05.50.16 WIB wilayah Selatan Jawa Timur.


 “Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,58° LS; 112,90° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 Km arah Selatan Kota Lumajang, Jawa Timur pada kedalaman 42 kilometer,” tulis laporan BMKG selanjutnya.


“Gempa bumi ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan dari gempa utama M5,2. Hingga pukul 06.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 15 (lima belas) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,9,” lanjutnya.


Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme naik (thrust fault).


Sementara itu, pada pukul 09.53.44 WIB wilayah selatan Jawa Timur juga diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0.


Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,61° LS ; 112,91° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 144 Km arah Selatan Kota Kepanjen, Jawa Timur pada kedalaman 42 km.


Gempa bumi ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan dari gempa utama yang terjadi pada pukul 03.27.07 WIB.


“Hingga pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 26 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,0,” ungkapnya.


Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Pasirian dan Lumajang dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah). Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.


“Kota Malang dan Kepanjen dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” demikian isi laporan BMKG yang diterima NU Online Jatim.


Editor:

Metropolis Terbaru