• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Ada Lomba Masak Rujak Kikil di Madrasah Bertaraf Internasional Sidoarjo

Ada Lomba Masak Rujak Kikil di Madrasah Bertaraf Internasional Sidoarjo
Dewan Guru saat mengikuti lomba membuat rujak kikil. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Dewan Guru saat mengikuti lomba membuat rujak kikil. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Madrasah bertaraf internasional MI Ma’arif Ketegan Bilingual Islamic School Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo menggelar lomba membuat rujak kikil untuk dewan guru. Lomba tersebut berlangsung, Kamis (18/08/2022) pagi di halaman madrasah. 


Umi Salamah Kepala MI Ma’arif Ketegan Bilingual Islamic School mengatakan, rujak merupakan kuliner khas Jawa Timur, khususnya Sidoarjo dan Surabaya. Keunikan rujak sebagai makanan dihasilkan dari perpaduan bahan-bahan yang sebenarnya telah familiar di tengah-tengah masyarakat.


Rujak memiliki cita rasa kearifan lokal yang berbeda setelah diolah dengan bumbu kacang dan petis sebagai bahan yang bisa ditemukan di Jatim. 


“Banyak masyarakat di luar Jatim yang sangat menyukai rujak setelah mereka mencicipinya. Untuk itu, dalam momentum peringatan HUT ke-77 RI ini, kami menghelat lomba membuat rujak antar guru. Hal ini bertujuan untuk melestarikan kuliner khas Jawa Timur di kalangan para guru, bukan hanya untuk mengkonsumsinya, tapi bahkan kami bisa membuatnya,” katanya saat dihubungi NU Online Jatim


Alumin Pondok Pesantren Gontor itu berharap agar resep rujak dapat diwariskan secara turun temurun sampai anak cucu.


“Lomba  ini diikuti oleh 38 guru yang dibagi 5 grup. Guru fase A kelas 1 dan 2.  Guru fase B kelas 3 dan 4. Guru fase C kelas 5 dan 6. Guru Mata Pelajaran dan guru tahsin Al-Qur'an. Satu grub terdiri dari grup 7-8 guru,” tuturnya. 


Sementara isi rujak yang dibuat meliputi bahan utama kikil sapi, petis udang dan petis kupang. Ditambah sayuran, bendoyo, tahu tempe dan bumbu-bumbu pendukung. Perlombaan ini dimenangkan oleh fase A. 


“Merdeka bukan berarti bebas tidak melakukan apa-apa, tapi harus terus berkarya dan mengukir prestasi. Ketahuilah bahwa bangsa ini bukanlah warisan nenek moyang, tapi merupakan titipan untuk anak cucu yang harus kita jaga dan siapkan demi Indonesia yang lebih sejahtera di masa yang akan dating,” pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru