• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Metropolis

Al Rasyid Jadi Peserta Termuda Diklatama CBP Surabaya, Termotivasi Sang Ayah

Al Rasyid Jadi Peserta Termuda Diklatama CBP Surabaya, Termotivasi Sang Ayah
M Al Rasyid, siswa kelas 6 SD Wachid Hasyim 2 Surabaya, jadi peserta termuda Diklatama CBP-KPP Kota Surabaya. (Foto: NOJ/ Hisam Malik)
M Al Rasyid, siswa kelas 6 SD Wachid Hasyim 2 Surabaya, jadi peserta termuda Diklatama CBP-KPP Kota Surabaya. (Foto: NOJ/ Hisam Malik)

Surabaya, NU Online Jatim

Sudah sepekan berlalu Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya telah menggelar Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) ke-Xll.

 

Dari serangkaian kegiatan, ada beberapa hal yang masih terngiang hingga saat ini di benak para pengurus atau bahkan peserta. Mengingat, proses kaderisasi awal bagi CBP-KPP itu diikuti peserta muda yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Namanya M Al Rasyid, siswa kelas 6 SD Wachid Hasyim 2 Kota Surabaya.

 

“Al Rasyid adalah anak dari Komandan Eko, Alumni lPNU Surabaya. Dia peserta paling muda. Ketika ditanya alasan mengikuti kegiatan ini, dia menjawab termotivasi dari ayahnya. Karena memang ayahnya adalah alumni CBP Surabaya,” kata Ketua PC lPNU Surabaya, lko Firman Syahridho kepada NU Online Jatim, Sabtu (09/12/2023).

 

Menurutnya, Al Rasyid termasuk salah satu peserta yang hebat. Di usianya yang masih belia ia bisa mengikuti seluruh sesi Diklatama hingga tuntas tanpa ada rasa mengeluh. Padahal, Diklatama tersebut terbilang banyak materi lapangan, bukan materi dalam kelas.

 

“Karena ini Diklatama tentu banyak materi yang bersifat lapangan. Tapi anaknya memang tidak mengeluh sama sekali. Meskipun begitu para panitia tetap sigap apabila terjadi apa-apa. Al Rasyid benar-benar mengikuti materi sampai selesai dan lancar. Ini membuktikan fisiknya yang kuat meskipun terhitung di usia SD,” tuturnya.

 

Dirinya berharap, Al Rasyid beserta para peserta yang lain dapat berkoordinasi dengan para pengurus di daerahnya masing-masing. Sehingga dapat menerapkan dan mengasah materi yang telah diperoleh selama Diklatama.

 

“Kami berharap Al Rasyid yang merupakan delegasi dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) lPNU Sukolilo, Surabaya bisa terus belajar dan bergabung dengan para pengurus di daerahnya, sehingga apa yang di dapat bisa terasah dan lebih matang lagi,” harapnya.

 

Sementara itu, Eko ayah dari M Al Rasyid, menuturkan bahwa putranya mengikuti Diklatama yang digelar oleh DKC CBP-KPP IPNU-IPPNU Surabaya tanpa ada paksaan sama sekali.

 

“Memang keinginan Al Rasyid sendiri untuk ikut Diklatama. Sehingga ketika ada informasi Diklatama dia berminat, ya akhirnya saya ikutkan,” jelasnya.


Metropolis Terbaru