• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Metropolis

Bantu Warga, LPBINU Mojokerto Lakukan Fogging Cegah Chikungunya

Bantu Warga, LPBINU Mojokerto Lakukan Fogging Cegah Chikungunya
Tim LPBINU Mojokerto saat melakukan fogging untuk memberantas Chikungunya dan demam berdarah. (Foto: NOJ/AY)
Tim LPBINU Mojokerto saat melakukan fogging untuk memberantas Chikungunya dan demam berdarah. (Foto: NOJ/AY)

Mojokerto, NU Online Jatim

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto melakukan fogging di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (21/01/2022).

 

Sinergi LPBINU ini merupakan upaya mengurangi penyebaran nyamuk Chikungunya dan Demam Berdarah (DBD).

 

Beberapa anggota LPBINU diterjunkan melakukan fogging sejak Rabu (12/01/2022) hingga Jumat (21/01/2022). Lokasi fogging ini di antaranya di Desa Bening dan Desa Tawar Kecamatan Dlanggu, Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nahdliyah Mangelo Kecamatan Sooko, Desa Mojokarang dan Desa Segunung kecamatan Dlanggu, Desa Kenanten Kecamatan Puri, dan Desa Mojogebang Kecamatan Kemlagi.

 

“Untuk sementara dari desa tersebut sudah banyak yang terjangkit dan sebagian sudah kordinasi tapi belum ada pengasapan atau fogging dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” Kata Ahmad Yani, Wakil Ketua LPBINU Kabupaten Mojokerto.

 

Menurutnya, diadakan fogging ini untuk membantu masyarakat agar tidak resah karena penyebaran nyamuk Chikungunya dan DBD dari beberapa warga yang terserang.

 

“Kami LPBINU bergerak atas peremintaan tokoh masyarakat bersama RT dan Kepala Dusun (Kadus) untuk fogging mandiri,” jelasnya.

 

Tim LPBINU selalu menyarankan agar masyarakat rutin membersihkan lingkungan dari jentik-jentik nyamuk agar tidak berkembang.

 

“Dan saya sarankan agar tiap-tiap desa atau dusun punya alat fogging sendiri untuk antisipasi dikemudian hari. Di sini masyarakat juga merasa terbantu dengan adanya pengasapan atau fogging,” pungkasnya.

 

Merespons hal itu, Ketua LPBINU Kabupaten Mojokerto Saiful Anam mengatakan, pada awalnya dirinya sering mendengarkan keluhan masyarakat terkait kebutuhan fogging. Penyebabnya adalah beberapa tetangga mereka mengaku terkena serangan nyamuk penyebab Chikungunya.

  

“Akhirnya kita membeli alat fogging dan melayani kebutuhan fogging masyarakat. Harapan kita agar upaya fogging ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.


Editor:

Metropolis Terbaru