• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Metropolis

Wakil Kopertais IV Ungkap Tanggung Jawab Mahasiswa di Tengah Masyarakat

Wakil Kopertais IV Ungkap Tanggung Jawab Mahasiswa di Tengah Masyarakat
Wakil Kopertais Wilayah IV Surabaya, H Moh Syaeful Bahar saat orasi ilmiah dalam Wisuda ke-XX IAI Uluwiyah Mojosari, Mojokerto. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Wakil Kopertais Wilayah IV Surabaya, H Moh Syaeful Bahar saat orasi ilmiah dalam Wisuda ke-XX IAI Uluwiyah Mojosari, Mojokerto. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Mojokerto, NU Online Jatim

Wakil Kopertais Wilayah IV Surabaya, H Moh Syaeful Bahar mengingatkan kepada mahasiswa Institut  Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojosari, Mojokerto terkait tanggung jawabnya sebagai agen perubahan.

 

Penegasan tersebut disampaikan saat Orasi Ilmiah pada acara Wisuda ke-XX IAI Uluwiyah Mojosari, Mojokerto yang dipusatkan di Hotel PCP, Trawas, Mojokerto, Rabu (08/12/2021).

 

Menurutnya, hendaknya mahasiswa yang sudah diwisuda tidak lama-lama berbahagia dan berbangga hati. Tapi ingatlah tanggung jawabnya sebagai agen perubahan di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

“Teman-teman boleh berbangga dan berbahagia, tetapi jangan lama-lama. Ini karena sebenarnya kalian sedang dikutuk,” ujar dosen muda Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini.

 

Ia menjelaskan, bahwa para wisudawan mempunyai amanah yang sangat besar. Bahwa  sebagai generasi yang mempunyai ilmu dan gelar, tanggung jawab yang diemban tidaklah ringan.

 

“Tanggung jawab itu adalah merawat Islam dan keIndonesiaan,” ungkap alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini.

 

Dirinya pun mengutarakan, bahwa wali mahasiswa yang hadir tidak salah memasukkan putra-putrinya untuk kuliah di IAI Uluwiyah. Karena perguruan tinggi ini basisnya adalah pesantren. 

 

“Hal ini dikarenakan orientasi pendidikan abad ke-21 merujuk kepada pesantren yang menitikberatkan pada penguatan karakter,” tegasnya.

 

Menurut Bahar, hendaknya mahasiswa yang telah diwisuda aktif di media sosial. Karana peperangan hari ini adalah berhadapan dengan mereka yang menampilkan Islam marah di media sosial.

 

“Mulai nanti sore aktifkan Fecebook, Twitter, Instagram dan semua media sosial kalian. Kemudian sebarkan narasi Islam yang ramah seperti yang diajarkan oleh para kiai dan muassis NU,” pungkasnya.

 

Diketahui, prosesi wisuda ini diikuti 209 wisudawan dan wisudawati strata satu (S-1) dari tiga fakultas dan enam program studi di IAI Uluwiyah, Mojosari, Moojokerto.

 

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru