• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Calon Jamaah Haji Asal Nganjuk dan Sumenep Batal Berangkat, Ini Penyebabnya

Calon Jamaah Haji Asal Nganjuk dan Sumenep Batal Berangkat, Ini Penyebabnya
Prosesi pemberangkatan calon jamaah haji asal Nganjuk, Jumat (10/06/2022). (Foto: NOJ/ Hafid Nur Sidiq)
Prosesi pemberangkatan calon jamaah haji asal Nganjuk, Jumat (10/06/2022). (Foto: NOJ/ Hafid Nur Sidiq)

Surabaya, NU Online Jatim

Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Nganjuk dan Sumenep dipastikan batal berangkat ke tanah suci tahun ini. Penyebab batalnya kebrangkatan dua CJH tersebut berbeda-beda.


Perempuan berinisial SM (35) warga Desa Patihan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk kini sudah pulang ke rumahnya meski sebelumnya bersama suami dan CJH lainnya telah berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). SM batal berangkat ke tanah suci lantaran diketahui tengah hamil delapan minggu.


SM diketahui hamil delapan minggu berdasarkan hasil pemeriksaan urine. Pemeriksaan tersebut dikhususkan untuk wanita usia subur yang dilakukan oleh petugas kesehatan saat kedatangan jemaah calon haji kelompok terbang 10 pada Jumat (10/06/2022).


"Setelah dilakukan pemeriksaan kehamilan oleh tim kesehatan, diketahui Ibu S usia 35 tahun asal Nganjuk ini usia kehamilannya delapan minggu,” kata Ketua Panitia Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Husnul Maram dikutip tvonenews.com, Sabtu (11/6/2022).


Adapun berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji bahwa wanita hamil yang dipresiksi usia kehamilannya pada saat keberangkatan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu ditetapkan tidak memenuhi istithaah kesehatan.


"Karena tidak memenuhi istithaah kesehatan jamaah haji, maka ditunda keberangkatannya untuk tahun ini," lanjut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.


Ia menyampaikan bahwa calon haji yang tengah hamil itu akan berangkat haji bersama suaminya. "Menimbang beberapa hal, akhirnya suami tetap melanjutkan berangkat ibadah haji, dan sang istri akhirnya diantar kembali ke rumah domisili," ungkapnya.


Warga Sumenep karena usia

Sementara itu, Atman bin Pakirin (64), warga Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep juga dinyatakan batal berangkat haji akibat faktor usia.


Sebelumnya, warga Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa, Kangean, Kabupaten Sumenep tersebut telah menyiapkan segala kebutuhan untuk keberangkatannya ke tanah suci.


Di antaranya selamatan, bahkan sudah berangkat dari rumahnya, dan kini menunggu keberangkatan di Kabupaten Sumenep selama 20 hari.


Kini, ia mengaku malu kepada keluarga hingga tetanga. "Perasaan saya yang menusuk itu ya saya malu karena saya digagalkan ini. Rasa itu tidak bisa ditebus dengan uang Rp1 miliar, karena harapan tetangga dan keluarga itu," kata Atman dikutip detik.com, Selasa (14/06/2022).


Atman dipastikan batal berangkat ke tanah suci berdasarkan kabar yang disampaikan pihak Kemenag setelah acara persiapan keberangkatan haji di Kantor Kemenag Sumenep pada Senin (13/06/2022). Padahal, semua persiapan keberangkatannya untuk tanggal 18 Juni mendatang telah lengkap.


"Kemarin waktu manasik tanggal 13 itu dikasih tahu, selesai manasik saya dipanggil ke ruangan," ujar Atman.


Ia menceritakan bahwa dirinya menabung sejak 2011 untuk berangkat haji. Atman pun telah melakukan pelunasan pada 2020 lalu. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pedagang sapi itu pun rutin melaksanakan manasik haji.


Chaironi Hidayat, Kepala Kantor Kemenag Sumenep mengatakan, pihaknya ikut prihatin dengan keputusan tersebut. Ia mengatakan bahwa Atman batal berangkat haji karena usianya melebihi batas maksimal pada 30 Juni mendatang. Yakni 65 tahun.


Pihaknya baru menerima pemberitahuan aturan batas usia maksimal tersebut dari Pemerintah Saudi Arabia. Visa Atman pun tidak bisa diproses.


"Jadi pada dasarnya kami juga menyayangkan hal ini terjadi. Kami sudah positif memberangkatkan 317 jamaah, akan tetapi beberapa hari yang lalu ada pemberitahuan dari Saudi Arabia bahwa ada beberapa orang yang visanya masih belum bisa dikirimkan ke Indonesia, salah satunya adalah jama'ah Sumenep," kata Chaironi.


Editor:

Metropolis Terbaru