• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Metropolis

Diklatama Digelar Terbatas Awal Tahun 2021, Kuota Putri Separuh

Diklatama Digelar Terbatas Awal Tahun 2021, Kuota Putri Separuh
E-Poster Diklatama. (Foto: NOJ/ Hisam Malik).
E-Poster Diklatama. (Foto: NOJ/ Hisam Malik).

Surabaya, NU Online Jatim

Dewan Koordinasi Cabang (DKC)  Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP)  Kota Surabaya akan menggelar Pendidikan dan Latihan Pertama (DIKLATAMA) dengan tema “Menumbuhkan Karakter Cinta Tanah Air yang Berlandasan Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah”. Kegiatan ini akan digelar mulai tanggal 8 hingga 10 Januari 2021 di Bumi Perkemahan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.

 

Kresna Kurniawan, Ketua Pelaksana Kegiatan menyampaikan, Diklatama tahun ini ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab pada periode ini dikhususkan untuk para kader CBP-KPP yang ada di Surabaya.

 

“Pada periode sebelumnya Diklatama ini untuk umum. Artinya selain Surabaya juga bisa ikut. Dikarenakan tahun ini ingin fokus kepada para kader CBP-KPP yang ada di kota pahalawan ini makanya kita batasi,” jelasnya, Kamis (24/12/2020).

 

Dikatakan Kresna, karena ini untuk kader lokal maka peserta yang daftar diharuskan untuk menyertakan kelengkapan persyaratan sesuai ketentuan-ketentuan yang tertera di poster pengumuman atau juga terlampir dalam Term Of Reference (TOR) yang terlah diedarkan panitia kepada pengurus se-Surabaya. Salah satu persyaratannya adalah membawa surat rekomendasi dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi setempat.

 

“Dengan adanya kelengkapan persyaratan yang disertakan oleh peserta, kita juga bisa memetakan untuk data pengkaderan CBP-KPP yang ada di Kota Surabaya untuk kedepannya,” ungkapnya.

 

Ia berharap para kader CBP-KPP yang ikut Diklatama periode ini bukan hanya sekedar mengikuti pelatihan. Melainkan juga bisa melanjutkan perjuangan di masa yang akan datang untuk mengawal kegiatan-kegiatan yang ada di Surabaya.

 

“Tindak lanjutnya nanti kita berbaur bersama untuk mewajudkan pelajar NU yang lebih baik lagi di kota pahlawan ini,” harapnya.

 

Komandan DKC CBP Surabaya, Achmad Zamzami menjelaskan, jajaran pengurus sudah meminta izin kepada Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajaran Nahdhatul Ulama (IPNU) Kota Surabaya Abul Al-maududi untuk menghimbau kepada seluruh pengurus. Baik di tingkat kecamatan, perguruan tinggi pimpinan komisariat supaya turut serta mengirimkan delegasi mengikuti Diklatama.

 

“Dengan mengikuti Diklatama, maka pasca kegiatan ini kader CBP-KPP bisa tersebar secara merata di masyarakat. Baik secara wilayah kecamatan dalam hal ini PAC ataupun tingkat kelurahan yang hal ini di bawah pengurus pimpinan ranting dan di kampus-kampus yang akan berada dalam pengawasan PKPT,” jelasnya.

 

Ia juga mengakui sudah menindaklanjuti laporan dari panitia dengan mendistribusikan surat edaran secara merata kepada pengurus yang berada di bawah naungan PC IPNU  Surabaya.

 

“Peserta memang kami batasi sampai 50 peserta saja. Jadi 25 CBP, 25 KPP untuk kader yang ada di Surabaya,”  katanya.

 

Dijelaskan, dengan tersebarnya surat edaran seputar Diklatama diharapkan institusi IPNU-IPPNU yang berada di naungan PC IPNU Surabaya segera mengirimkan delegasinya untuk memenuhi kuota.

 

“Ketika kuota sudah penuh, maka kami tutup karena intruksi dari pusat seperti itu hanya diperbolehkan 50 saja,” ujarnya.

 

Disamping itu, Sahnaz  Nabila Komandan DKC KPP Surabaya mengatakan bahwa tantangan mencari peserta Diklatama untuk perempuan tidak seperti mencari peserta laki-laki. Selain karena perempuan dibatasi juga karena perizinan orang tua.

 

“Jadi, ketika menemukan peserta Diklatama perempuan terkadang juga harus memberi pemahaman lebih kepada orang tuanya meskipun itu tidak semuanya,” katanya.

 

 

Perempuan yang berdomisili di Rungkut Surabaya ini berharap peserta perempuan calon KPP ini bisa mengikuti hingga tuntas sehingga bisa menghasilkan output yang memang bener-bener terlatih.

 

“Mari kita belajar bersama, saling bergandengan tangan dalam berjuang dengan tetap memperhatikan ketaqwaan kita pada sang pencipta,” pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru