• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Gema Shalawat Nahdliyin di Sidoarjo Semarakkan Bulan Muharram

Gema Shalawat Nahdliyin di Sidoarjo Semarakkan Bulan Muharram
PRNU Kemantren dan Remas Al Badar Kemantren, Tulangan, Sidoarjo menggelar Gema Shalawat. (Foto: NOJ/ Maschan Yusuf)
PRNU Kemantren dan Remas Al Badar Kemantren, Tulangan, Sidoarjo menggelar Gema Shalawat. (Foto: NOJ/ Maschan Yusuf)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kemantren dan Remaja Masjid (Remas) Al Badar Kemantren, Tulangan, Sidoarjo menggelar Gema Shalawat bertajuk Majelis Maulid Wa Ta’lim Malam Cinta. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati datangnya bulan Muharram itu dipusatkan di Masjid Al Badar Kemantren, Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (13/08/2022).


Gema Shalawat tersebut mendatangkan Habib Hadi Assegaf dari Sidoarjo, Habib Shofi bin Hasan Al Mansyur, dan Habib Ahmad bin Hasan Al Mansyur. Tampak kegiatan tersebut berjalan dengan meriah karena diiringi tabuhan rebana dari empat grup hadrah sekaligus, yaitu Riyadlun Nabawi Sidoarjo, Hadrah Al Falah, Al Mujtaba, dan Hidayatul Anwar.


Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad bin Hasan Al Mansyur mengapresiasi atas antusias pemuda-pemudi yang mengisi malam minggunya dengan pergi ke majelis shalawat. Hal ini menurutnya menjadi bukti cinta terhadap Rasulullah SAW.


“Banyak pemuda-pemudi lain yang malam minggunya di mall, tempat tongkrongan dan sebagainya. Akan tetapi pemuda-pemudi disini duduk di majelis shalawat, dan yang seperti ini merupakan orang pilihan,” tuturnya.


Ketua PRNU Kemantren, Muhammad Misdi menjelaskan, meramaikan bulan Muharram hendaknya dengan kegiatan yang positif. Sebab, bulan Muharram adalah salah satu bulan yang memiliki keistimewaan karena di dalamnya terdapat peristiwa penting yang luar biasa.


Menurutnya, orang Islam juga harus mengetahui sejarah bulan-bulan di tahun qomariyah (Hijriyah). Oleh karena itu, sebagai orang Islam hendaknya bulan Muharram diperingati dengan kegiatan-kegiatan yang positif.


“Baik kegiatan positif untuk pribadi, seperti puasa dan memperbanyak shadaqah, maupun kegiatan positif secara kelompok atau organisasi seperti majelis shalawat dan majelis dzikir,” ungkapnya.


Di sisi lain, Kapala Desa Kemantren H Kuswandi menyampaikan, pihaknya akan selalu mendukung segela bentuk kegiatan positif di masyarakat, khususnya keagamaan. Menurutnya, desa yang tentram adalah desa yang masyarakatnya selalu meramaikan tempat ibadah seperti masjid dan mushala dengan kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan, budaya.


Kuswandi pun sangat berterima kasih atas peran NU sebagai organisasi sosial keagamaan dan kemasyaratan yang banyak menginisiasi kegiatan positif di tengah masyarakat. Ia berharap agar ke depan kolaborasi pengurus NU dapat terus memiliki kesinambungan terhadap program dan kebijakan pemerintah desa.


“Peran NU di masyarakat sudah sangat terasa manfaatnya, begitu pun bagi pemerintah desa yang juga banyak dibantu dalam menata dan memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru