• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Metropolis

Gus Amak Sebut Asy'ariyah Maturidiyah Murni Ajaran Rasulullah

Gus Amak Sebut Asy'ariyah Maturidiyah Murni Ajaran Rasulullah
Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim, HM Nailur Rochman atau Gus Amak. (Foto: NOJ)
Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim, HM Nailur Rochman atau Gus Amak. (Foto: NOJ)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim, HM Nailur Rochman atau Gus Amak mengatakan, bahwa ajaran Asy'ariyah Maturidiyah adalah Islam murni dari Rasulullah SAW. Yakni ajaran yang mengajarkan tentang pentingnya persaudaraan, kasih sayang dan menghargai kemanusiaan.


“Ajaran Asy'ariyah Maturidiyah mengajarkan untuk tetap berada di posisi tengah (moderat) dalam  memahami teks atau nash Al-Quran dan Hadits,” tutur cucu KH Abdul Hamid Pasuruan tersebut, kepada NU Online Jatim, Selasa (15/03/2022).


Gus Amak menambahkan, ajaran Asy'ariyah Maturidiyah tidak literalis (tekstualis) ekstrim dan tidak pula rasionalis ekstrim. Menurutnya, literalis ekstrim akan melahirkan kejumudan (stagnansi), sedangkan rasionalis ekstrim akan melahirkan kesesatan.


Gus Amak menyebutkan, bermadzhab adalah cara paling tepat untuk memahami Al-Quran dan Hadits. Karena keduanya bukan kitab hukum, tapi keduanya adalah sumber pengambilan hukum dalam Islam.


“Apa yang tidak tercantum dalam teks Al-Quran dan Hadits bukan berarti sesuatu itu pasti dilarang, masih ada ruang ijtihad (logika) untuk melakukan analisis pengambilan hukum dari kedua sumber hukum Islam tersebut melalui ijma' dan qiyas,” kata Gus Amak.


Ia mengungkapkan, peserta Dirosah Wustho juga diberikan pemahaman, bahwa amar ma'ruf nahi munkar adalah bentuk jihad yang harus dipelajari. Tidak cukup hanya dengan semangat, tapi perlu pula semangat yang diisi dengan ilmu, agar umat tidak semakin jauh dari cahaya Allah.


“Amar ma'ruf nahi munkar sebagai amanah dakwah harus dibekali dengan argumentasi yang kuat dan menggunakan strategi yang tepat, bukan dengan ghibah dan menghujat,” ungkap pengasuh Pesantren Bayt al-Hikmah Kota Pasuruan tersebut.


Terkait konsep bernegara seperti di Indonesia, merupakan konsep paling maslahat. Indonesia mampu bertahan dari segala percobaan perpecahan, melaju dalam pembangunan dan mampu mengembangkan peradaban.


“Karena negara ini memiliki apa yang tidak selalu dimiliki negara lain, yaitu twin tolerance (negara menoleransi agama dan agama menoleransi negara). Negara memberi perhatian urusan agama dan agama juga memberi perhatian urusan negara. Negara mengawal agama dan agama mengawal negara,” ujarnya.


Dijelaskan, bahwa Dirosah Wustho merupakan proses pendisiplinan dan pelatihan yang tidak sekedar memberikan banyak ilmu. Tapi juga mengajarkan tentang akhlak kepada Allah, diri sendiri, dan masyarakat. Serta mengajarkan pentingnya ke-tawadlu-an dan menghilangkan ke-aku-an dalam diri,” katanya.
 

 
Diterangkan, bahwa Rijalul Ansor adalah sekumpulan para alumni pondok pesantren, gus-gus putra kiai, dan habib-habib muda yang akan meneruskan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jam’ah. “Maka, Rijalul Ansor inilah tempat yang tepat untuk memperkuat paham keislaman sesuai ajaran murni Rasulullah SAW,” ucapnya.


Metropolis Terbaru