• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Metropolis

Ketua Rijalul Ansor Jatim: Dirosah Wustho Mengajarkan Banyak Hal

Ketua Rijalul Ansor Jatim: Dirosah Wustho Mengajarkan Banyak Hal
Gus Amak di acara Dirosah Wustho Rijalul Ansor Jatim di Madiun. (Foto: NOJ/Panitia)
Gus Amak di acara Dirosah Wustho Rijalul Ansor Jatim di Madiun. (Foto: NOJ/Panitia)

Sidoarjo, NU Online Jatim

HM Nailur Rochman atau Gus Amak, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim, menuturkan bahwa Dirosah Wustho yang digelar di Pesantren Salafiyah Subulul Huda, Kabupaten Madiun, pada Jumat-Ahad (11-13/03/2022) mengajarkan banyak hal, baik bagi dirinya maupun peserta dan anggota Rijalul Ansor Jatim.


“Di antaranya bahwa ajaran Asy'ariyyah Maturidiyyah adalah Islam murni ajaran Rasulullah SAW, ajaran yang mengajarkan tentang pentingnya persaudaraan, kasih sayang dan menghargai kemanusiaan. Ajaran Asy'ariyyah Maturidiyyah mengajarkan untuk tetap berada di posisi tengah (moderat) dalam  memahami teks atau nash Al-Quran dan Hadits,” kata Gus Amak kepada NU Online Jatim, Selasa (15/03/2022).


Cucu KH Abdul Hamid Pasuruan tersebut menambahkan, ajaran Asy'ariyyah Maturidiyyah tidak literalis-ekstrem dan tidak pula rasionalis-ekstrem. Literalis-ekstrem akan melahirkan kejumudan, sedangkan rasionalis-ekstrem akan melahirkan kesesatan.


Menurutnya, bermadzhab adalah cara paling tepat untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits, karena keduanya bukan kitab hukum, tapi keduanya adalah sumber pengambilan hukum dalam Islam.


“Apa yang tidak tercantum dalam teks Al-Qur’an dan Hadits bukan berarti sesuatu itu pasti dilarang, masih ada ruang ijtihad (logika) untuk melakukan analisis pengambilan hukum dari kedua sumber hukum Islam tersebut melalui ijma' dan qiyas,” kata Gus Amak.


Lebih lanjut Gus Amak mengungkapkan, peserta Dirosah Wustho juga diberikan pemahaman bahwasanya amar ma'ruf nahi munkar adalah bentuk jihad yang harus dipelajari, tidak cukup hanya dengan semangat, tapi semangat yang diisi dengan ilmu agar umat tidak semakin jauh dari cahaya Allah.


“Amar ma'ruf nahi munkar sebagai amanah dakwah harus dibekali dengan argumentasi yang kuat dan menggunakan strategi yang tepat, bukan dengan ghibah dan menghujat,” ungkap pengasuh Pesantren Bayt al-Hikmah Kota Pasuruan tersebut.


Selain itu, peserta juga mendapatkan pencerahan tentang konsep bernegara. Konsep bernegara seperti di Indonesia merupakan konsep bernegara yang paling maslahat. Indonesia mampu bertahan dari segala percobaan perpecahan, melaju maju dalam pembangunan dan mampu mengembangkan peradaban.


“Karena negara ini memiliki apa yang tidak selalu dimiliki negara lain, yaitu twin tolerance (negara menoleransi agama dan agama menoleransi negara). Negara memberi perhatian urusan agama dan agama juga memberi perhatian urusan negara. Negara mengawal agama dan agama mengawal negara. Banyak negara agama yang hancur porak poranda, ada juga yang mulai meninggalkan ruh agama menuju negara liberalis kapitalis, contohnya Arab Saudi,” ujarnya.


Dijelaskannya, Rijalul Ansor adalah sekumpulan para alumni pondok pesantren, gus-gus putra kiai, dan habib-habib muda yang akan meneruskan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Inilah tempatnya anak-anak muda untuk memperkuat paham keislaman sesuai ajaran murni Rasulullah SAW.


“Dirosah Wustho merupakan proses pendisiplinan dan pelatihan yang tidak sekedar memberikan banyak ilmu. Tapi juga mengajarkan tentang akhlak kepada Allah, akhlak untuk diri sendiri, akhlak kepada masyarakat dan mengajarkan pentingnya ke-tawadlu-an dan menghilangkan ke-aku-an dalam diri. Penguatan kapasitas diri dengan hujjah dan menyiapkan kepribadian yang luhur lebih diutamakan dari pada sikap reaksi untuk menghujat dan menjatuhkan,” tandas Gus Amak.


Karena besarnya manfaat Dirosah Wustho, Gus Amak menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia, pengasuh Pesantren Salafiyah Subulul Huda dan semua pihak yang telah turut mendukung suksesnya pelaksanaan Dirosah Wustho ini.


“Barakallah untuk ketua panitia dan segenap panitia, doa dan ucapan terimakasih kepada tuan rumah yang luar biasa menjamu tamu dan peserta tanpa perhitungan. Semoga rezeki yang diberikan oleh Allah jauh lebih banyak berkali lipat. Doa dan apresiasi juga untuk seluruh pejabat, aparat, panitia lokal dan santri yang bekerja dalam diam tanpa pamrih,” pungkasnya.


Untuk diketahui, Dirosah Wustho ini diikuti oleh sejumlah pengurus PW MDS Rijalul Ansor Jatim dan utusan Pimpinan Cabang (PC) MDS Rijlalul Ansor se-Jatim, adapun pemateri yang dihadirkan panitia  yakni KH Ghozali Said, KH Abdul Ghofur Maimoen, dan Gus Aunullah. Di akhir acara, peserta dibaiat oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar.


Metropolis Terbaru