• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Matraman

Di Dirosah Wustho Rijalol Ansor Jatim, Ini Pesan Wagub Emil

Di Dirosah Wustho Rijalol Ansor Jatim, Ini Pesan Wagub Emil
Emil Dardak, Wagub Jatim, di Dirosah Wustho MDS Rijalul Ansor Jatim di Kabupaten Madiun. (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Emil Dardak, Wagub Jatim, di Dirosah Wustho MDS Rijalul Ansor Jatim di Kabupaten Madiun. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Madiun, NU Online Jatim

Emil Elistianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, berharap para pemuda Ansor bisa ikut berperan meminimalisasi ketimpangan ekonomi di Jawa Timur maupun di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat memaparkan orasi ilmiah di acara Dirosah Wustho MDS Rijalul Ansor Jatim di Pondok Pesantren Salafiyah Subulul Huda, Kebonsari, Kabupaten Madiun, Ahad (13/03/2022) sore.


Menurut Emil, memang terdapat ketimpangan ekonomi di Jatim yang masih dapat terkontrol. Meski begitu, ia mengatakan bahwa tetap dibutuhkan langkah-langkah maupun personel yang dapat mengurangi ketimpangan tersebut.


"Alhamdulillah kalau di Jatim, kita menjaga agar ketimpangan ini tetap berada di 3,54 persen. Tapi jika ketimpangan ini terus terjadi, keadaan bisa keos. Nah, di sini kita mencari positioning Ansor di mana. Mengingat Ansor adalah salah satu ormas Islam terbesar dunia. Maka, saya harap njenengan bisa menjadi bagian dalam meminimalisir ketimpangan ekonomi yang ada," katanya.


Salah satu hal yang bisa dilakukan, terang Emil, adalah dengan memajukan kualitas SDM yang ada. Terutama karena sekarang ini Indonesia maupun Jatim memiliki bonus demografi yang bisa dimanfaatkan. Sebab, jika hanya mengandalkan SDA saja, Indonesia akan terjebak dalam perangkap negara berpendapatan menengah.


"Indonesia sekarang ini memiliki penduduk usia produktif sebanyak 70,72 persen menurut sensus tahun 2020. Sedangkan Jatim punya 69,6 persen. Ini harus kita manfaatkan, terutama karena kalau hanya mengandalkan SDA saja, kita akan terjebak dalam perangkap negara berpendapatan menengah," ujar suami dari Arumi Bachsin itu.


Untuk itu, lanjut Emil, Jatim sedang menyasar prioritas pengembangan SDM dengan menyiapkan calon lulusan, menyerap lulusan muda, juga menyiapkan daya saing angkatan kerja. Kesemuanya dilakukan demi mewujudkan Jatim Cerdas dan Jatim Kerja.


"Salah satu yang sedang kami usahakan adalah perkembangan gig economy. Makanya sekarang Pemerintah Provinsi sudah punya Milenial Job Center dan inovasi seperti EJSC," tuturnya.


Hal itu penting karena terdapat enam perubahan dunia kerja akibat revolusi industri 4.0. Di antaranya adalah berkembangnya pekerjaan yang bersifat analitis, pekerjaan dengan kemampuan matematika semakin dibutuhkan, semakin fleksibelnya perusahaan, keniscayaan terhadap teknologi digital, pentingnya komunikasi dan kolaborasi serta berpikir kritis, juga mobilitas dalam pekerjaan.


"Makanya, penguatan SDM terutama di anak muda harus terus didorong. Karena mereka harus siap terhadap revolusi-revolusi industri yang akan datang," ungkap Emil.


Di akhir pemaparan, mantan Bupati Trenggalek itu berharap agar pemuda Ansor dapat menguasai tantangan di dunia yang baru. Sebab, estafet kepemimpinan Indonesia ada di tangan anak-anak milenial.


"Sekarang ini pemimpin dunia sudah semakin muda. Seperti Perdana Menteri New Zealand dan Presiden Prancis yang dilantik sebelum berumur 40 tahun. Jadi sekarang saatnya pemuda Indonesia, termasuk di dalamnya pemuda Ansor, untuk turut serta dalam proses kepemimpinan," pungkas Emil.


Matraman Terbaru