• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Gus Syauqi Jelaskan Cara Menyikapi Ketika Doa Belum Dikabulkan

Gus Syauqi Jelaskan Cara Menyikapi Ketika Doa Belum Dikabulkan
Gus Syauqi saat kajin Al Hikam. (Foto: NOJ/Boy)
Gus Syauqi saat kajin Al Hikam. (Foto: NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ahmad Syauqi atau Gus Syauqi pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya menjelaskan tentang tidak dikabulkannya doa adalah sebuah pengkabulan dari Allah. Ini disampaikan saat ngaji kitab Al-Hikam dengan para santri. Kajian ini disiarkan langsung di fecobooknya ‘Syauqi Liqo Ar Rahman’ Rabu, (10/11).

 

Mengawali kajian ini Gus Syauqi bertawasul selain kepada penulis kitab Al-Hikam Syekh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari juga mengirim Al Fatihah kepada KH Hasyim Muzadi yang merupakan guru yang mengajarkan kitab Al-Hikam kepadanya.

 

Pada pertemuan ini, Gus Syauqi menguraikan pasal 6 kalam hikmah dari ulama kelahiran Mesir tahun 648 H/1250 M itu.

 

"Janganlah keterlambatan/tertundanya pemberian-Nya kepadamu, menyebabkan putus harapan  di tengah engkau bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sebab Allah telah menjamin dan menerima semua doa dalam apa yang ia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu, dan tepat sesuai waktu yang dipilihkan oleh Allah, bukan pada waktu yang engkau tentukan,” kata Gus Syauqi.

 

Gus Syauqi lantas menjelaskan bahwa sebenarnya prinsipnya adalah Ud'uunii Astajib Lakum.

 

“Disini maknanya adalah mintalah pada-Ku niscaya aku jawab. Bukan ‘maka niscaya aku kabulkan’. Persoalan jawabnya apa, itu hak prerogatif Allah SWT, “ ungkap koordinator kajian Islam ahlussunnah wal jamaah (Kiswah) Aswaja Center PWNU Jatim ini.

 

Melanjutkan penjelasannya, Gus Syauqi menuturkan ketidak pemberian Allah itu sebuah pemberian. 

 

“Misalnya kita sudah berdoa dan berusaha untuk memenangkan lomba tetapi gagal, dari sini ada kebaikan sehingga kita terus berlatih dan berdoa. Jadi tidak semua hal yang tidak dikabulkan sesuai keinginan kita lantas membuat kita putus asa dalam berdoa,” jelasnya.

 

Ada sebuah pertanyaan kenapa Allah yang perlu memilihkan untuk manusia, yang harusnya ingin menang, tetapi Allah memberikan kekalahan. Maka, manusia berdoa kepada Allah supaya sehat tetapi Allah beri sakit.

 

“Ini karena kita tidak tau apa yang baik untuk kita. Dan yang pasti pemberian Allah itu baik bagi Allah dan baik bagi kita,” ujar Dosen Universitas Airlangga ini.

 

Gus Syauqi lantas melanjutkan bahwa hikmah ini mengajarkan manusia harus berfikir bahwa inilah yang terbaik bagi kita saat doa-doa belum dikabulkan oleh Allah.


Metropolis Terbaru