• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

IPNU Jatim Inisiasi Gagasan Baru pada Kongres XX, Ini Rinciannya

IPNU Jatim Inisiasi Gagasan Baru pada Kongres XX, Ini Rinciannya
Ketua PW IPNU Jatim, M Fahkhrul Irfan Syah. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)
Ketua PW IPNU Jatim, M Fahkhrul Irfan Syah. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)

Jakarta, NU Online Jatim
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jatim menginisiasi sebuah gagasan baru dalam helatan Kongres XX IPNU pada 12-15 Agustus 2022 di UPT Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.


Dalam Kongres ini, PW IPNU Jatim mengusung tagline 'Jatim Kompak, Jatim Solid, Manut Arahan Kiai’. Tagline tersebut salah satunya diwujudkan dengan berangkat bersama-sama satu komando, serta diharap menjadi cerminan dan karakter kader.


Ketua PW IPNU Jatim, M Fahkhrul Irfan Syah mengatakan, usai diselenggaranya Pra Kongres di Nusa Tenggara Barat, pihaknya melakukan kajian komprehensif terkait sejumlah isu. Di antaranya, penetapan usia ideal IPNU, eksistensi dan tantangan IPNU, generasi cakap digital, serta mendorong tren urban yang kian berkembang.


"Dalam hal ini, IPNU harus lebih massif lagi dan masuk di sektor masyarakat urban, karena dengan begitu kita dapat mempelajari bagaimana pola hidup yang ada di masyarakat urban," katanya kepada NU Online Jatim, Ahad (14/08/2022).


Guna mendukung hal itu, ia menyebutkan bahwa proses peremajaan kader harus terus dilakukan agar organisasi pelajar NU semakin sempurna, mulai dari Pimpinan Ranting hingga Pimpinan Cabang.


Menurutnya, sebuah terobosan dan inovasi harus ditekankan. Sebab, dalam Kongres ini akan banyak merumuskan keputusan-keputusan yang strategis terkait IPNU ke depan.


"Ya, Kongres ini akan menjadi pondasi utama untuk generasi IPNU ke depan," kata Irfan.


Dirinya berharap, inovasi-inovasi tersebut harus terus berkelanjutan untuk masa-masa yang akan datang. Sementara hal baru yang baik turut menjadi hal penting dalam proses peremajaan kader dalam menyikapi tantangan zaman.


"Kongres ini sebagai momentum transformasi IPNU, karena proses regenerasi ini menjadi acuan strategis, perihal bagaimana pikiran-pikiran para pimpinan dapat terforsir," terang Irfan.


Selain itu, di momentum memasuki abad kedua, NU secara umum dan IPNU secara khusus, tentu akan menghadapi era dan tantangan yang berbeda. Menyikapi hal ini, proses organisasi harus diimbangi dengan inovasi yang variatif.


“Serta, diperlukan penguatan pondasi dalam menghadapi percepatan organisasi di era digital saat ini,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru