• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 7 Agustus 2022

Metropolis

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Jatim Antisipasi Virus Antraks 

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Jatim Antisipasi Virus Antraks 
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: KlikDokter)
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: KlikDokter)

Surabaya, NU Online Jatim

Dinas Peternakan Jawa Timur menerbitkan surat edaran ditujukan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota agar waspada dengan potensi penularan virus Antraks pada hewan-hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah. Apalagi, baru-baru ini ditemukan kasus Antraks menjangkit beberapa ekor kambing dan sapi di Tulungagung, yang juga menular manusia.

 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Jatim Diana Devi menjelaskan, surat edaran dikeluarkan sebagai langkah antisipatif dengan cara meningkatkan kewaspadaan atas potensi penularan Antraks. Bahkan, khusus untuk hewan ternak yang dari Tulungagung dan sekitarnya, diharuskan terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum dilepas ke pasar.

 

Skrining hewan ternak dari Tulungagung begitu ketat karena ada beberapa desa di Kecamatan Pagerwojo yang berstatus zona merah Antraks. Sementara beberapa desa di Trenggalek yang berbatasan dengan Pagerwojo berstatus zona kuning. 

 

"Desa di Tulungagung itu zona merah, sedangkan tetangganya zona kuning, ada satu desa di Trenggalek," kata Devi kepada wartawan, Rabu (23/06/2021).

 

Devi memastikan, vaksinasi pada hewan ternak di Tulungagung dan sekitarnya sudah tuntas dilaksanakan setelah temuan Antraks. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara ketat dan acak terhadap para penjual hewan di Jatim, lebih-lebih menjelang Idul Adha.

 

Sementara di Surabaya dan Sidoarjo agak mudah dipantau karena sudah terstempel dan ditempeli stiker. Konsumen yang hendak membeli hewan kurban juga tidak waswas. Masalahnya, di setiap daerah berbeda-beda cara. Namun, pada intinya hewan kurban nantinya harus dipastikan sehat. 

 

"Makanya perlu edukasi, yang edukasi itu, ya, kami. Jangan asal murah perlu dicek ulang. Dipastikan kesehatannya. Upaya berjenjang sudah dilakukan oleh petugas (Disnak)," kata Devi.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru