• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

Kader PMII Mojokerto Dilatih Kemampuan Komunikasi

Kader PMII Mojokerto Dilatih Kemampuan Komunikasi
Penyampaian materi konsep dasar ilmu komunikasi oleh PC PMII Mojokerto. (Foto: NOJ/ Ahmad Rofii).
Penyampaian materi konsep dasar ilmu komunikasi oleh PC PMII Mojokerto. (Foto: NOJ/ Ahmad Rofii).

Mojokerto, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sabilul Mutaqin, Mojokerto menggelar Public Speaking Class, Sabtu (20/03/2021). Kegiatan ini dilaksanakan guna memberi pengetahuan kepada kader PMII tentang kemampuan berbicara dengan baik.

 

Ahmad Rofii, narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan, ada empat keterampilan yang harus dimiliki seseorang. Pertama, keterampilan membaca.  Karena pembaca yang baik akan membantu untuk menangkap konsep dan memahami apa yang ingin disampaikan. Tujuan membaca adalah dapat memperoleh suatu informasi yang mencakup isi dan makna.

 

Kedua, keterampilan mendegarkan. Poin penting agar dapat menjadi pembicara yang baik yaitu pendengar yang aktif dan efektif. Mendengar dengan penuh konsentrasi, menangkap inti pembicaraan yang penting dan mencatat hal penting jika dirasa perlu.

 

Adapun yang ketiga, keterampilan menulis. Untuk memiliki keterampilan menulis dibutuhkan suatu pengalaman, waktu, latihan serta cara berpikir yang terstruktur agar dapat menyampaikan suatu pesan melalui bahasa tulis.

 

"Kemudian keterampilan terakhir, yaitu berbicara. Ini sangat penting, karena bisa berhubungan langsung dengan yang lain baik dalam hubungan sosial ataupun pribadi. Perlu adanya komunikasi yang baik, agar pesan dapat diterima dengan jelas," ungkap Rofi, sapaan akrabnya.

 

Selanjutnya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan penyiaran Islam Institut Pesantren Kh Abdul Chalim (KPI-IKHAC) Mojokerto ini menjelaskan, mahasiswa organisatoris harus memahami beragam keterampilan tersebut. Supaya mampu berkomunikasi dengan baik dan tertata.

 

"Untuk itu, penting mempelajari ilmu dasar komunikasi. Karena salah satu tri dharma perguruan tinggi, adalah pengabdian masyarakat, untuk menunjang itu, seni berbicara ini menjadi penting untuk dipelajari," jelasnya.

 

Aktivis mahasiswa yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekternal Pengurus Cabang PMII Mojokerto ini mengutip sebuah pesan dari tokoh. “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator," ucapnya menirukan pesan Tjokroaminoto tersebut.

 

"Saya berharap, setelah ini akan muncul aktivis mahasiswa yang memiliki gaya komunikasi yang baik, dan mampu berbicara di depan publik dengan lantang layaknya orator," harapnya.

 

Sementara itu, Kumala Fitria Sari, Ketua Komisariat PMII Sabilul Mutaqin Mojokerto berharap, anggota PMII lebih percaya diri dalam berbicara di depan public setelah mengikuti kegiatan tersebut.

 

"Harapannya, acara ini nanti dapat menunjang anggota lebih percaya diri, menghilangkan rasa nerfous dan gugup ketika di depan publik," harapnya.

 

Selain dibekali teori, para peserta akan praktik langsung dengan teori-teori dasar komunikasi yang sudah diberikan. "Spesial karena nanti ada praktik, mulai dari teknik vocal, etika komunikasi, cara menjadi master of ceremony (MC), teknik komunikasi dengan gaya tubuh, dan cara memahami karakter lawan bicara," bebernya.

 

 

Panitia sudah mengundang Yuliastutik untuk menjadi pemandu praktik cara berkomunikasi. Ia merupakam alumni PMII, jurnalis, presenter TV9 dan juga seorang Praktisi MC.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru