• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Ketua NU Jatim: Donasi Lewat LAZISNU Aman

Ketua NU Jatim: Donasi Lewat LAZISNU Aman
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. Foto: NU Online Jatim
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. Foto: NU Online Jatim

Surabaya, NU Online Jatim

KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan bahwa berdonasi melalui NU Care-Lemabaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sudah pasti terjamin keamanan penyaluran dan pemanfaatannya. Ia juga memastikan bahwa para pengelola LAZISNU profesional.


“Marilah salurkan zakat, infaq dan sedekah lewat LAZISNU. Dijamin aman, barokah dan jelas manfaat untuk umat dan negeri,” kata Kiai Marzuki, Selasa (05/07/2022).


Ia menjelaskan, pemanfaatan dana zakat infaq dan sedekah (ZIS) yang dikelola LAZISNU dari para donatur merata serta tepat sasaran sesuai syariat Islam.


Kiai Marzuki menegaskan bahwa donasi yang selama ini dihimpun pengelola LAZISNU bisa dipertanggung jawabkan dengan baik.


“LAZISNU lebih masif, lebih merata dan jaringannya luas, lebih adil sejahtera, lebih tepat sasaran, lebih bisa dipertanggung jawabkan,” tegasnya.


Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang tersebut juga menyampaikan bahwa para pengelola di LAZISNU adalah orang yang memahami aturan pengelolaan ZIS. Sehingga bisa mengelola lembaga secara profesional.“Personilnya (LAZISNU) lebih alim, dan lebih professional,” ujarnya.


Kiai Marzuki kembali menegaskan bahwa pengelolaan dana umat di LAZISNU aman dari sisi manapun. Termasuk penyaluran donasinya yang terjamin untuk kebaikan orang Indonesia.


“Lebih aman dari sisi manapun. Indonesia full, dari Indonesia, oleh putra putri Indonesia dan untuk seluruh tumpah darah Indonesia. Mabruuk, LAZISNU,” tandasnya.


LAZISNU taat aturan Baznas

Terpisah, A Afif Amrullah Ketua NU Care-LAZISNU Jatim mengatakan bahwa dana operasional lembaganya mengacu pada aturan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).


"Secara fiqih tidak ada ketentuan pasti tetapi kami mengacu pada Peraturan Baznas Nomor 1 Tahun 2016 yang memang menyebutkan bahwa hak amil untuk operasional lembaga dari dana zakat maksimal 12,5 persen. Kemudian, jika untuk infaq dan shadaqah maksimal 20 persen. Jadi itu yang selama ini menjadi pedoman kami," katanya, Selasa (05/07/2022).


Namun menurutnya, LAZISNU Jatim sendiri tidak sampai memakai dana operasional yang terlalu banyak. Bahkan pengurusnya sepakat untuk tidak menerima gaji bulanan.


"Di LAZISNU Jatim sendiri pada laporan keuangan tahun 2021 hanya menggunakan sekitar 5 persen dari total penerimaan untuk biaya operasional. Itu sudah semuanya meliputi biaya pelaksanaan program, sosialiasi, edukasi dan publikasi," terangnya.


Amanah kelola donasi ratusan miliar 

Gus Afif mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat untuk mengamanahkan zakat, infaq dan shadaqah pada LAZISNU Jatim terus meningkat. Selama tahun 2021 LAZISNU Jatim menghimpun dana sekitar Rp8,8 miliar. Sedangkan penyalurannya mencapai Rp7,015 miliar untuk program ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah dan peduli bencana. 


"Ini khusus yang dikelola di tingat pengurus wilayah. Tapi jika diakumulasi secara regional seluruh provinsi, jumlahnya mencapai Rp546 miliar lebih. Masing-masing dikelola oleh LAZISNU tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga level desa sehingga lebih merata dan masif dalam menyelesaikan problem umat," ungkapnya. 


​​​​Laporan pengelolaan

Gus Afif menyampaikan, untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan lembaga yang menaungi, LAZISNU Jatim juga rutin untuk membuat laporan yang ditujukan kepada pembayar zakat (muzakki), Baznas Jatim, LAZISNU Pusat, PWNU Jatim, dan masyarakat umum.


"Kami punya laporan setiap enam bulan sekali. Itu kita wajib membuat laporan yang pertama dikirim kepada muzakki, yang kedua kepada Baznas Jatim, ketiga kepada LAZISNU Pusat. Kemudian juga dikirim ke PWNU Jatim dan yang terakhir diolah menjadi materi untuk bisa disosialisasikan melalui media sosial," jelasnya.


Bentuk laporan tersebut menurut Gus Afif disalurkan dalam bermacam-macam format.


"Ada laporan yang bersifat insidentil artinya saat punya kegiatan, itu yang akan dikirim ke masing-masing muzakki atau donatur. Adakalanya juga menggunakan format laporan keuangan secara utuh," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru