• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

LAZISNU Jatim Berkomitmen Jaga Kepercayaan Masyarakat

LAZISNU Jatim Berkomitmen Jaga Kepercayaan Masyarakat
Penyaluran zakat. (Foto: NOJ/istimewa)
Penyaluran zakat. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim
NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial terus menjaga kesejahteraan dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, A Afif Amrullah Ketua NU Care-LAZISNU Jatim mengatakan bahwa dana operasional lembaganya mengacu pada aturan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

 

"Secara fiqih tidak ada ketentuan pasti tetapi kami mengacu pada Peraturan Baznas Nomor 1 Tahun 2016 yang memang menyebutkan bahwa hak amil untuk operasional lembaga dari dana zakat maksimal 12,5 persen. Kemudian, jika untuk infaq dan shadaqah maksimal 20 persen. Jadi itu yang selama ini menjadi pedoman kami," katanya, Selasa (05/07/2022).

 

Namun menurutnya, LAZISNU Jatim sendiri tidak sampai memakai dana operasional yang terlalu banyak. Bahkan pengurusnya sepakat untuk tidak menerima gaji bulanan. 

 

"Di LAZISNU Jatim sendiri pada laporan keuangan tahun 2021 hanya menggunakan sekitar 5 persen dari total penerimaan untuk biaya operasional. Itu sudah semuanya meliputi biaya pelaksanaan program, sosialiasi, edukasi dan publikasi," terangnya.

 

Gus Afif sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat untuk mengamanahkan zakat, infaq dan shadaqah pada LAZISNU Jatim terus meningkat. Selama tahun 2021 LAZISNU Jatim menghimpun dana sekitar Rp. 8,8 Miliar. Sedangkan penyalurannya mencapai Rp. 7,015 Miliar untuk program ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah dan peduli bencana. 

 
"Ini khusus yang dikelola di tingat pengurus wilayah. Tapi jika diakumulasi secara regional seluruh provinsi, jumlahnya mencapai Rp. 546 miliar lebih. Masing-masing dikelola oleh LAZISNU tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga level desa sehingga lebih merata dan masif dalam menyelesaikan problem umat," ungkapnya.

 

Selain itu, untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan lembaga yang menaungi, LAZISNU Jatim juga rutin untuk membuat laporan yang ditujukan kepada pembayar zakat (muzakki), Baznas Jatim, LAZISNU Pusat, PWNU Jatim, dan masyarakat umum.

 

"Kami punya laporan setiap enam bulan sekali. Itu kita wajib membuat laporan yang pertama dikirim kepada muzakki, yang kedua kepada Baznas Jatim, ketiga kepada LAZISNU Pusat. Kemudian juga dikirim ke PWNU Jatim dan yang terakhir diolah menjadi materi untuk bisa disosialisasikan melalui media sosial," jelasnya.
 

Bentuk laporan tersebut menurut Gus Afif disalurkan dalam bermacam-macam format.

 

"Ada laporan yang bersifat insidentil artinya saat punya kegiatan, itu yang akan dikirim ke masing-masing muzakki atau donatur. Adakalanya juga menggunakan format laporan keuangan secara utuh," pungkasnya


Metropolis Terbaru