• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Rehat

Cerita Ketua LAZISNU Jatim Saat Telantar di Singapura

Cerita Ketua LAZISNU Jatim Saat Telantar di Singapura
Gus Afif Amrullah, Ketua LAZISNU Jatim saat di Sigapura (Foto : NOJ/Boy)
Gus Afif Amrullah, Ketua LAZISNU Jatim saat di Sigapura (Foto : NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur, A Afif Amrullah rupanya pernah terlantar di Singapura. Hal tersebut ia kisahkan melalui akun Fecebook pribadinya, Kamis (19/05/2022) pagi.

 

“Tahun 2013 saya diajak muhibah ke Singapura dan Malaysia oleh guru saya, KH Abd Salam Nawawi yang saat itu menjadi Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jatim. Ikut pula Gus Shofiullah, Pak Haji Doktor Basith Juanidi dan Mas Haidar Matin,” ungkapanya.

 

Dikisahkan, saat menjalani proses pemeriksaan di bagian imigrasi Singapura awalnya semua berjalan lancar. Sesaat kemudian masalah mulai datang. Tidak tau apa sebabnya kenapa Kiai Salam tiba-tiba diajak masuk ke sebuah ruangan khusus. Sementara rombongan lainnya lolos.

 

“Waduh, kami pun menunggu dengan harap-harap cemas. Berbagai macam dugaan berseliweran dalam obrolan kami,” terangnya.

 

Gus Afif sapaan akrabnya lantas menduga-duga sebab Kiai Salam ditahan. “Apa gara-gara Kiai Salam pakai kopyah? Begitu di antara sangkaan yang muncul, karena di antara kami hanya Mantan Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel ini yang memakai kopyah,” ujarnya.

 

Setelah tiga puluh menit Kiai Salam keluar dengan senyuman sembari melaporkan tidak ada yang terjadi apa-apa atas dirinya.

 

"Tidak apa-apa. Mungkin mereka mau kenalan saja," jawab Kiai Salam saat ini seperti yang dikisahkan Gus Afif.

 

Peristiwa unik kembali terjadi menjelang kepulangan. Rombongan Gus Afif sekali lagi menempuh perjalanan darat dari Kuala Lumpur ke Singapura, untuk kemudian terbang ke Surabaya.

 

Sampai di Singapura sekitar pukul 11 malam. Sementara penerbangan keesokan harinya pukul 8 pagi. Gus Afif dan kawan-kawan sempat mencari-cari hotel untuk menginap namun harganya tidak cocok atau terlalu mahal untuk waktu istirahat 5 jam saja.

 

Gus Afif bersyukur bertemu dengan warga Indonesia di Singapura yang sepertinya memahami gelagatnya yang tampak mondar-mandir dan duduk-duduk tidak jelas di sekitar terminal MRT.

 

"Pak Haji dari Indonesia? Mau ke mana? tanya lelaki itu kepada Kiai Salam, yang istiqamah dengan kopyahnya. Kiai Salam pun menceritakan kondisinya,” kisahnya.

 

Warga Indonesia itu lantas menyarankan Gus Afif dan rombongan untuk langsung ke bandara . Warga Indonesia tersebut memberikan informasi bahwa di belakang area check in pesawat Garuda Bandara Changi ada area kosong yang lengkap dengan karpetnya. Di situ ia jelaskan, banyak yang tidur.

 

“Kalau ditanya satpam, bilang saja menunggu penerbangan pagi. Insyaallah aman," kata warga Indonesia itu.

 

Solusi cerdas ini pun diamalkan oleh Gus Afif dan kawan-kawan. Dan ternyata benar, di sana sudah ada sejumlah orang yang sama-sama beristirahat menunggu penerbangan pagi.

 

“Jadilah kami ndelosor berjamaah di bandara. Macam orang terlantar. Keesokan harinya kami terbang ke Surabaya dengan selamat. Alhamdulillah,” pungkasnya.


Rehat Terbaru