• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Ketua NU Jatim Ingatkan Nahdliyin Belgia Istiqamah di NU

Ketua NU Jatim Ingatkan Nahdliyin Belgia Istiqamah di NU
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar mengingatkan sejumlah Nahdliyin di Belgia agar istiqamah berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU) dan berpegang teguh pada Islam Nusantara.


Penegasan tersebut disampaikan Kiai Marzuki saat peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belgia, Sabtu (26/02/2022). Kegiatan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut juga disiarkan secara langsung di kanal youtube TVNU.


Kiai Marzuki meminta agar Nahdliyin di Belgia untuk tetap berpegang teguh pada Islam Nusantara. Menurutnya, Islam Nusantara adalah setiap Muslim di Indonesia yang lebih mempercayai tokoh agama asli Indonesia dan para habaib Timur Tengah yang sudah lama tinggal di Indonesia serta telah mendarah daging jiwa nasionalismenya.


“Islam Nusantara itu Islam yang berkemanusiaan. Kita ini berdakwah, tentu ingin Islam diterima orang lain,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek, Malang itu.


Oleh karena itu, bagi Kiai Marzuki tidak mungkin kiai NU menyakiti orang non-muslim dengan kata-kata atau pun perbuatan. Karena menurutnya, kiai selalu mencontoh Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah menyakiti non-muslim.


“Saya tidak ingin orang Islam sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Abduh, al-Islam Mahjubun bil Muslimin, bahwa agama Islam terselubung oleh perilaku Muslim sendiri. Kita tidak ingin seperti itu,” ungkapnya.


Kiai Marzuki lantas mengisahkan pada awal menempati rumah di Gasek pada tahun 1994. Kala itu, masyarakat yang mengikuti Shalat Jum’at hanya 20 orang. “Dan, saat ini di Gasek ada masjid pondok dan masjid umum sama-sama penuh saat shalat Jum’at,” terangnya.


Dirinya juga mengajak umat Muslim untuk menyelamatkan agama dan bangsa Indonesia. “Selamatkan Islam, akidah, bangsa dan selamatkan kerukukan antar umat manusia. Karena, cinta kepada Allah dan sesame manusia itu harus seimbang,” tandasnya.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Andri Hadi selaku Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa. Serta Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nandlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa.


Metropolis Terbaru