• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 31 Januari 2023

Metropolis

KH Asep Saifuddin Chalim: Kreativitas Lahir dari Bekal Akademis

KH Asep Saifuddin Chalim: Kreativitas Lahir dari Bekal Akademis
KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Mojokerto, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan kreativitas dibentuk dengan bahan baku akademis. Tanpa memiliki bahan baku tersebut mustahil seseorang dapat melahirkan kreativitas masing-masing.


“Bahan baku itu adalah akademis, disiplin ilmu yang kalian pelajar. Tetapi, ditambah keterampilan materi-materi,” katanya saat sambutan pembukaan pada acara seminar nasional Edupreneur, Sabtu (16/07/2022).


Kiai Asep menyebutkan, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan Arab juga tidak kalah penting dalam menunjang kreativitas. Semuanya diolah dengan kecerdasan yang diperleh atas pemahaman dalam suatu materi.


“Oleh karena itu, ikuti kuliah itu dengan mengerti, mengerti dan mengerti. Jangan sampai masuk kelas tetapi keluar tidak menghasilkan pengertian. Karena dengan mengerti akan dapat mengolah bahan baku yang telah kalian miliki,” terangnya.


Dikatakan, bahwa celaka bangsa ini jika semua orang menginginkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kiai yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu menilai, bahwa menjadi ASN akan lambat untuk sukses. Tetapi dengan kreativitas, kesuksesan akan lebih cepat diraih.


“Perlu diketahui, tujuan dari kampus Ikhac adalah menjadikan mahasiswa sebagai ulama besar yang menerangi dunia, menjadi pemimpin Indonesia dan dunia yang senantiasa mengupayakan kesejahteraan dan tegaknya keadilan,” tegasnya.


Selain itu, Ikhac Mojokerto didirikan dengan tekad menjadikan mahasiswanya sebagai konglomerat besar, yang akan memberi kontribusi maksimal terhadap terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia. Tujuan lainnya adalah untuk menjadi seorang profesional.


Kiai Asep menyebutkan, bahwa keberadaan konglomerat sangat menentukan sekali dalam keberlangsungan pemerintahan sebuah negara. Akan tetapi, ia juga harus dibentuk oleh jiwa sehingga memiliki pribadi yang punya kepekaan dan memiliki keberuntungan.


“Karena banyak orang yang mencoba membuat usaha tetapi selalu gagal. Namun, banyak juga yang berhasil,” ungkapnya.


Untuk diketahui, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Tom Liwafa, seorang pengusaha muda sukses asal Mojokerto.


Metropolis Terbaru