• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Metropolis

Konfercab VII, Nyai Nurul Azizah Kembali Pimpin Muslimat NU Bawean

Konfercab VII, Nyai Nurul Azizah Kembali Pimpin Muslimat NU Bawean
Nyai Nurul Azizah kembali pimpin PC Muslimat NU Bawean masa khidmat 2022-2027. (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Nyai Nurul Azizah kembali pimpin PC Muslimat NU Bawean masa khidmat 2022-2027. (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Bawean menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VII, Rabu (13/07/2022). Kegiatan yang dipusatkan di gedung Muslimat NU Bawean Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Gresik itu menetapkan Nyai Nurul Azizah untuk memimpin kembali Muslimat NU Bawean masa khidmat 2022-2027.


Agenda konferensi yang bertajuk ‘Kemandirian Muslimat Nahdlatul Ulama untuk Kemaslahatan Umat’ ini diikuti empat kandidat dari kader terbaik Muslimat NU Bawean. Yakni, Nyai Nurul Azizah yang memperoleh 31 suara, Fauziyah dengan raihan 20 suara, Nurul Laila 2 suara, dan R Halisatun N mendapat 1 suara.


Sebelumnya, Wakil Ketua 3 Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jatim, Nyai Hj Asiyah menyampaikan, agar kader Muslimat NU terus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Sebab, telah diberikan kesempatan berkhidmat di Nahdlatul Ulama melalui Muslimat NU.


“Kita hendaknya bersyukur kepada Allah SWT, karena Muslimat NU ini dalam jamiyah yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang didirikan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari,” ungkapnya.


Menurutnya, KH M Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU pernah berpesan melalui mukadimah di Qanun Asasi, bahwa umat manusia agar berbondong-bondong bergabung ke jamiyah Nahdlatul Ulama. Tentu dengan penuh kecintaan dan kasih sayang, serta rukun dan bersatu dengan ikatan jiwa raga.


“Kita berkumpul di jamiyah NU ini bukan hanya sekedar berkumpul dengan banyak orang saja, tetapi kita berkumpul dengan ikatan jiwa raga,” tegasnya.


Ia menceritakan, pada tahun 1926 ketika bangsa Indonesia tengah mengalami masa-masa akhir dalam penjajahan Belanda, KH M Hasyim Asy’ari mengusung sebuah tema besar, yakni persatuan.


“Ini tema besar, ini yang menjiwai semua gerakan yang dilakukan oleh Jamiyah Nahdlatul Ulama,” imbuh Nyai Asiyah.


Dirinya pun mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Bahwa, Yadullah ma'al Jama'ah, yakni tangan atau kekuasaan Allah bersama para jamaah atau orang yang suka berkumpul dan Bersatu.


“Oleh karena itu, ketika kita berpisah dari satu jamaah atau dari persatuan ini, maka hal tersebut merupakan pintu masuk bagi setan-setan,” tandasnya.


Diketahui, turut hadir dalam kegiatan ini Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean Kiai Achmad Zubaidi Humaili dan Ketua PCNU Bawean Kiai Muhammad Fauzi Rauf. Hadir pula H Syariful Mizan selaku mantan Ketua PCNU Bawean, Kapolsek, serta Koramil Kecamatan Sangkapura.


Metropolis Terbaru