• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Metropolis

Lakpesdam NU Jatim Fokus Petakan Potensi Kader

Lakpesdam NU Jatim Fokus Petakan Potensi Kader
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Sidoarjo, NU Online Jatim

Tanggal 7 April merupakan hari lahir (Harlah) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU). Pada momentum Harlah ke-37 kali ini, Ketua Lakpesdam NU Jatim, Listyono Santoso menyebutkan lembaganya ke depan akan fokus pada pemetaan potensi kader.
 

Alasan fokus pada program tersebut agar Lakpesdam dapat berfungsi sebagai lembaga mandatori NU yang memberikan dukungan data bagi pengembangan jamiyah secara optimal.
 

Melalui pemetaan ini juga, Listyono  berharap lembaganya memiliki big data SDM NU yang akan dapat digunakan untuk menyusun program-program besar jamiyah.
 

“NU di Jatim memiliki SDM yang berlimpah di tiap-tiap cabang, yang selama ini secara kuantitas telah banyak diketahui. Dan secara kualitas sebenarnya juga sudah terlihat muncul di publik. Hanya yang belum adalah bagaimana kualitas SDM NU itu menjadi motor penggerak yang melakukan tranformasi bagi upaya perbaikan negara, bangsa, umat Islam sekaligus untuk NU,” katanya kepada NU Online Jatim, Kamis (07/04/2022) malam.
 

Menurutnya, potensi besar yang masih berserakan tersebut akan diupayakan untuk dipetakan dan dijadikan sebagai jejaring untuk kepentingan perubahan sosial secara masif.
 

Melalui pemetaan ini, maka diharapkan Lakpesdam NU dapat mengetahui kekuatan yang dimiliki dan sekaligus potensi yang dapat dioptimalkan untuk perubahan sosial yang kebih baik.
 

“Pemetaan SDM NU harus mampu memberikan suatu arahan bagaimana distribusi kader NU itu dilakukan di berbagai bidang kehidupan. Seperti kader bidang profesional, kader di birokrat, kader elit politik, kader di media massa, kader di TNI/polri, kader di LSM, termasuk kader yang total mengurusi NU secara kelembagaan,” terangnya.  
 

Listyono meyakini, NU di Jatim memiliki kekuatan atau modal sosial untuk digerakkan. Tinggal menumbuhkan dan terus memotivasi kader untuk tetap komitmen dan sungguh-sungguh dalam berkhidmat.
 

“Tidak kalah penting, kami berharap ke depan dapat terus melakukan proses pengkaderan dan penataan program pengkaderan sebagai amanah organisasi,” tandasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru