• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Metropolis

Lakpesdam NU Sidoarjo Gelar Webinar Moderasi Beragama

Lakpesdam NU Sidoarjo Gelar Webinar Moderasi Beragama
Poster webinar Lakpesdam PCNU Sidoarjo.
Poster webinar Lakpesdam PCNU Sidoarjo.

Sidoarjo, NU Online Jatim

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar webinar pada Kamis (19/05/2022). Kegiatan ini mengangkat tema ‘Moderasi Beragama Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah,’.


Sekretaris PCNU Sidoarjo, H Agus Mahbub Ubaidillah dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Lakpesdam tersebut.


“Apa lagi dalam webinar ini mengundang orang-orang hebat di negeri kit ini. Saya yakin yang mengikuti webinar ini nanti akan juga menjadi orang-orang hebat” ujarnya.


Diketahui, narasumber pada webinar ini adalah KH Ulil Abshar Abdalla, Ketua Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Al Makin, Rektor Uiniversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Dalam pandangan H Mahbub, NU merupakan organisasi yang memiliki keluwesan disemua sisi. Baik sisi budaya, sosial atau dibidang keagamaan. Oleh karena itu dirinya berharap melalui webinar yang mnegangkat tema moderasi beragama ini dapat memahamkan kader NU untuk mampu mengaktualisasi NU di Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“NU adalah salah satu organisasi yang mampu untuk mengaktualisasikan diri dalam pergaulan. Baik bergaul dalam ranah budaya, keagamaan atau sosial,” terangnya.


Selain itu, H Mahbub menginginkan forom ini dapat menciptakan sebuah metode-metode pendidiikan formal atau non formal yang dapat di jalankan di semua tingkatan. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Perguruan Tinggi (PT).


Sementara Ketua Panitia Webinar, Samsul Huda menuturkan, tema moderasi beragam diambil karena masih tingginya sikap intoleransi dan radikalisme. Selain itu di Indonesia masih marak di media sosial fitnah,  ujaran kebencian atas dasar perbedaan faham menghiasi jagat media sosial masyarakat Indonesia.


“Perlu merespons fonomen di atas dengan pandangan Aswaja Annahdliyah,” ungkapnya.


Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu meyakini webinar ini akan memberikan suatu penyamaah persepsi bahwa NU sama sekali tidak membenarkan sikap mengedepankan intoleransi.


“Paling tidak dalam internal warga NU memahami betul moderasi beragama. Oleh karena itu perlu penyamaan persepsi terkait moderasi beragama malai dari ranting hingga PBNU,” pungkasnya. 


Editor:

Metropolis Terbaru