• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Metropolis

Motivasi Virdika Rizky Utama Menulis Buku Menjerat Gus Dur

Motivasi Virdika Rizky Utama Menulis Buku Menjerat Gus Dur
Virdi saat menyampaikan materi. (Foto: NOJ/Aminuddin)
Virdi saat menyampaikan materi. (Foto: NOJ/Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean menyelenggarakan bedah buku Virdika Rizky Utama penulis 'Menjerat Gus Dur' dengan tema 'Jalan Lain Mengenal Gus Dur'. Buku tersebut merupakan sebuah karya yang berhasil diterbitkan walau banyak teror yang dialami sang penulis dibalik penyelesaian dan pengumpulan data dalam buku tersebut. Kegiatan tersebut digelar di kantor PCNU Bawean, Dusun Beringinan, Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, Ahad (21/11/2021) malam.

 

Virdi, panggilan akrabnya mengungkapkan, motivasi dalam menulis bukunya, yang pertama untuk menggugat sejarah. Karena hari ini sejarah yang berkembang di Indonesia khususnya tentang Gus Dur dalam pelengseran sebagai presiden, itu bisa dilihat di buku-buku kurikulum sekolah yaitu karena terlibat dalam kasus korupsi Bulog Gate dam Brunei Gate.

 

"Tapi menurut penelitian yang saya dapatkan itu sangat tidak benar, justru Gus Dur itu dijebak bagaimana caranya biar jatuh pokoknya", terangnya.

 

Virdi mengatakan masih ada kekuatan-kekuatan lama yang tidak senang dengan Gus Dur karena tidak bisa dikompromi dan bagi-bagi jabatan. Sebenarnya Gur Dur memiliki misi untuk menjebol tatanan lama dan membangun tatanan yang baru, tapi sayangnya orang-orang lama ini masih ada.

 

"Kemudian saya menginginkan Gus Dur itu diakui sebagai pahlawan nasional, karena sampai saat ini Gus Dur itu tidak bisa dicalonkan sebagai pahlawan nasional. Karena ada dugaan kasus korupsi tersebut yang sengaja dibuat-buat oleh kelompok tertentu", jelas Virdi, saat tidak mau menyebut merek.

 

Karena jika Gus Dur dicalonkan sebagai pahlawan nasional, maka Soeharto juga harus dicalonkan tentunya oleh para pendukungnya. Analoginya, ketika Gus Dur dicalonkan masak Soeharto tidak, sementara Gus Dur dijastis sebagai koruptor, tambahnya.

 

Di samping itu ia ingin meluruskan sejarah yang beredar juga ingin mewarisi ingatan yang baik terhadap Gusdurian dan kepada generasi muda NU. Jangan sampai para Gusdurian dan Nahdliyin tidak tau fakta sebenarnya bagaimana Gus Dur dilengserkan.

 

Ia juga mencontohkan, seberapa banyak yang mengaku sebagai Soekarnois yang tau bagaimana Soekarno dilengserkan, saya yakin tidak banyak. Dan itu jangan sampai terjadi di generasi muda NU.

 

"Mirisnya ketika anak-anak muda NU mengetahui Gus Dur lengser hanya dalam sudut karena kasus korupsi, itu kan tidak benar. Mestinya kita tidak terima, saya saja yang buka NU merasa kesal," tegas Virdi.

 

Hari ini kita jangan sampai percaya Gus Dur dilengserkan karena korupsi, justru Gus Dur itu tidak korupsi, terangnya.

 

"Tapi menurut saya sudah tidak penting lagi untuk diketahui orang-orang yang terlibat dalam pelengseran Gus Dur. Jika memang diketahui emang mau belas dendam, ya tidak bisa buku saya bukan untuk membalas dendam. Walaupun saya sebenarnya tau orang-orang yang terlibat didalamnya, tapi nyatanya hari ini mereka tidak merespons," jelasnya.

 

Hal penting lainnya, Virdi juga menceritakan pembelajaran sejarah itu bukan hanya dari buku tapi juga dari film, seperti film Soekarno atau Cokroaminoto, karena menurutnya tema-tema seperti ini menarik.

 

"Respons saya, pertama menurutnya saya kalau mau dibuat film itu tidak masalah sebenarnya. Tapi izinnya sama keluarga Gus Dur bukan sama saya," candanya.


Metropolis Terbaru