• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Ngaji Binnur: Lailatul Qadar, Negosiasi Nabi Muhammad kepada Allah

Ngaji Binnur: Lailatul Qadar, Negosiasi Nabi Muhammad kepada Allah
Flyer Binnur tentang Menjemput Lailatul Qadar. (Foto: NOJ)
Flyer Binnur tentang Menjemput Lailatul Qadar. (Foto: NOJ)

Surabaya, NU Online Jatim
Di bulan Ramadhan ada satu momen penting yang kehadirannya selalu dinanti oleh umat Muslim, yaitu lailatul qadar. Lailatul qadar disebutkan dalam surah Al-Qadr ayat 2 sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, datangnya lailatul qadar adalah hak prerogatif Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun.


Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Gus Ali Zainal Abidin mengulas dengan rinci terkait lailatul qadar tersebut. Hal itu disampaikan pada program Bincang NU Online Jatim Ramadhan (Binnur), Selasa (26/04/2022). Menurut Gus Ebid sapaan akrabnya, lailatul qadar adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.


"Lailatul qadar adalah bentuk negosiasi Nabi Muhammad kepada Allah karena rata-rata usia umatnya hanya sampai 60 tahun. Sedangkan umat terdahulu usianya sangat lama, bahkan hingga 1000 tahun. Maka sebagai keutamaannya, Allah memberikan lailatul qadar yang jika dikalkulasikan seperti 83 tahun," katanya.


Gus Ebid menambahkan, dalam kitab Nihayatuz Zein disebutkan bahwa datangnya lailatul qadar tidak semalam suntuk, namun dengan waktu yang sangat singkat seperti petir menyambar.


“Namun meskipun demikian, karena adanya sinar yang muncul dengan waktu yang singkat ini seluruh malam akhirnya memiliki keuatamaan layaknya lailatul qadar," tambahnya.


Kendati demikian, datangnya lailatul qadar adalah menjadi rahasia Allah SWT. Namun, banyak ulama yang memprediksi, tentu dengan berbagai pendapat yang berbeda.


Disebutkan, bahwa pendapat yang masyhur menyebutkan lailatul qadar datang pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Sebagian ulama lainnya lebih spesifik mengatakan lailatul qadar datang setiap malam ganjil, dan ada pula ulama yang memperkirakan datang hanya pada malam 27 Ramadhan.


“Dari berbagai macam pendapat ulama tersebut, salah satu yang bisa kita lakukan menurut Syeikh Ibrahim al-Kattani yaitu meneliti setiap malam yang diprediksi para ulama dengan beribadah," pungkasnya.


Metropolis Terbaru