• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Matraman

Ngaji Binnur, Ning Nadia Ulas Keistimewaan dan Hikmah Nuzulul Qur'an

Ngaji Binnur, Ning Nadia Ulas Keistimewaan dan Hikmah Nuzulul Qur'an
Flyer Ngaji Binnur bersama Ning Nadia Abdurrahman. (Foto: NOJ)
Flyer Ngaji Binnur bersama Ning Nadia Abdurrahman. (Foto: NOJ)

Ponorogo, NU Online Jatim
Peristiwa turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur'an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan menjadi hal yang dinanti umat Muslim. Namun demikian, tidak semua orang memahami apa sebenarnya keistimewaan dan hikmah di balik proses Nuzulul Qur'an tersebut.


"Bahwa Al-Quran itu tersimpan di lauhul mahfudz itu sudah sepakat dan tidak ada perdebatan karena memang sudah ternash dalam Al-Qur'an," ujar Ning Nadia Abdurrahman dalam acara Bincang NU Online Jatim Ramadhan atau Binnur pada Senin (18/04/2022).


Disebutkan, di antara keistimewaan Nuzulul Qur'an ialah dilihat dari pemilihan waktu. Turunnya Al-Qur'an mengambil waktu terbaik dan berbeda dengan 11 bulan Hijriyah lainnya, yakni bulan Ramadhan.


“Bulan Ramadhan ini satu-satunya bulan yang di dalamnya diwajibkan umat Muslim untuk melaksanakan ibadah berpuasa,” terangnya.


Kedua, ialah Al-Quran diturunkan di tangan Nabi terbaik. Sebab, tidak ada satu pun Nabi yang memiliki keistimewaan seperti Nabi Muhammad SAW.  Sedangkan yang ketiga, yaitu Al-Qur'an diturunkan melalui malaikat terbaik, yaitu malaikat Jibril yang memiliki tingkat paling tinggi dari malaikat-malaikat lainnya.


Selain itu, dirinya menuturkan bahwa proses turunnya Al-Qur'an terdapat dua tahap. Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab ulumul qur’an berjudul Al-Itqan Manahilul Irfan. Disebutkan, bahwa proses pertama yakni dari lauhil mahfudz menuju baitul izzah atau langit bumi.


“Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur berdasarkan kebutuhan. Proses yang kedua ini memakan waktu hingga 23 tahun," ungkap Ning Nadia.


Menurut Ning Nadia, perbedaan Al-Quran dengan kitab-kitab sebelumnya (Taurat, Zabur, Injil) ialah pada proses turunnya, yakni kitab sebelumnya diturunkan secara sekaligus sementara Al-Qur’an berangsur-angsur.


“Sontak hal ini membuat orang-orang kafir terheran-heran dan bahkan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW sebab Al-Qur’an yang tidak diturunkan sekaligus tersebut,” katanya.


Namun, di balik itu semua ada hikmah tersendiri. Di antara hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur ialah, agar mengokohkan hati Nabi Muhammad SAW, sebagai tantangan untuk orang kafir agar mendatangkan kalimat yang sama seperti Al-Qur'an.


Hikmah lainnya ialah untuk memudahkan umat Nabi Muhammad SAW untuk menghafal kemudian memahami isi Al-Qur'an. Serta bentuk kasih sayang Allah dengan memberikan sebuah tuntunan syariat kepada umat manusia dengan cara bertahap.


"Makanya, karena Ramadhan adalah bulannya Al-Qur'an, maka selebrasi yang paling tepat untuk memaknai Nuzulul Qur'an adalah membaca Al-Qur'an," pungkasnya.


Penulis: Merlyan Milania Fibria


Matraman Terbaru