• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

NU Hadir Bukan dari Ruang Kosong

NU Hadir Bukan dari Ruang Kosong
KH Miftah Faqih. (Foto: NOJ/nuo)
KH Miftah Faqih. (Foto: NOJ/nuo)

Surabaya, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi berbasis keagamaan terbesar di Indonesia. NU didirikan di Surabaya pada tahun 1926 oleh sejumlah tokoh ulama. NU lahir dalam suasana keterpurukan, baik secara mental maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia. Keterpurukan yang dialami bangsa Indonesia mengilhami kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa Indonesia antara lain melalui jalan pendidikan dan wadah organisasi.


KH Miftah Faqih, Ketua PBNU menjelaskan bahwa NU hadir bukan berangkat dari ruang kosong, tetapi berangkat dari kesadaran bahwa ada tanggung jawab keagamaan melalui ulama untuk menemukan solusi-solusi yang kreatif dan produktif bagi zamannya.


"Maka NU tidak sekedar berangkat dari kesadaran personal, tapi akhirnya kesadaran untuk pihak lain. Bagaimana menghadirkan kemaslahatan bagi yang lain, tidak sekedar kebangkitan dalam nama, namun juga kebangkitan bagi semua kalangan," ujarnya dalam akun youtube TVNU, Rabu (21/09/2022).


Selain itu, Ketua PBNU ini juga menjelaskan bahwa pergerakan tidak sendiri-sendiri, tapi bergerak secara bersama-sama.

 

"Maka ada harakahnya, harakah tidak bisa sendirian, tetapi harakah harus bersama yang lain," terangnya.


KH Miftah Faqih menutup dengan menegaskan bahwa jangan sampai warga NU mudah dibelokkan oleh pihak-pihak tertentu, yang sangat tidak rela jika NU ini terkonsolidasi secara utuh dan masif.

 

"Ada banyak hal pada saat ini yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu agar NU tidak terkonsolidir dengan baik. Nahdliyin jangan sampai terkecoh dengan hal itu," tutupnya.

 

Penulis: Wildanil Mubarok


Metropolis Terbaru