• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

Perkokoh Kaderisasi, IPNU-IPPNU Mojokerto Gelar Latin-Latpel

Perkokoh Kaderisasi, IPNU-IPPNU Mojokerto Gelar Latin-Latpel
Pelaksanaan Latin dan Latpel PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NOJ/ Yulia NH)
Pelaksanaan Latin dan Latpel PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NOJ/ Yulia NH)

Mojokerto, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel). Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Al Istiqomah II, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Kamis-Ahad (13-16/01/2022) bertajuk ‘Memperkokoh Pola Kaderisasi Pelajar Nahdlatul Ulama di Era Disrupsi’.

 

Koordinator Kaderisasi Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur, M Wahdan Ubaidillah menyampaikan pesan Ketua IPNU Jatim, bahwa di IPNU-IPPNU itu sebenarnya boleh tidak punya Surat Pengesahan (SP), namun ada satu yang harus dipenuhi yaitu kader.

 

“Untuk memajukan organisasi itu bukan pada SP atau kas, tetapi pada kader. Percuma rekan-rekanita kita hari ini punya kas Rp800 juta kalau tidak ada kadernya. Sebab, kontinuitas organisasi adalah kader,” kata Wildan.

 

Menurut Wildan, peserta nantinya tidak boleh hanya membawa kaos dengan tulisan Latin dan Latpel, tetapi juga harus membawa mental, wawasan, dan pengalaman tentang bagaimana nanti 3-10 tahun yang akan datang.

 

“Karena hari ini akan menjadi awal kalian pada sebuah batu loncatan. Kalian akan dibekali bagaimana caranya menjadi instruktur dan pelatih yang baik. Nantinya kalianlah yang akan bertanggung jawab tentang kaderisasi di PAC atau PKPT masing-masing,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Mojokerto Muhammad Bagus Sulaiman menyampaikan, era kaderisasi IPNU-IPPNU di Kabupaten Mojokerto sangatlah masif. 

 

Menurutnya, banyak Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) yang sudah berdiri. Banyak pula Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang telah mencanangkan Latihan Kader Muda (Lakmud) serta pengkaderan yang setingkatnya. 

 

“Kita menggelar Latin-Latpel ini untuk menggalang tim instruktur dan pelatih yang siap diterjunkan dalam event kaderisasi. Di sisi lain, dengan masifnya pengkaderan, kita harus meningkatkan great daripada Makesta, Lakmud dan lain-lain,” ucapnya. 

 

Ia menambahkan, di era disrupsi segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas manusia cenderung berubah secara besar-besaran, terutama di bidang ekonomi dan politik. Menurutnya, kaderisasi di IPNU-IPPNU juga harus mengalami perubahan yang luar biasa. 

 

Dirinya melaporkan, peserta yang mendaftar ada 46 orang. Namun, tersisa 24 orang yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Latin-Latpel. Ada tiga tahapan agar peserta dinyatakan lolos dalam proses screening tersebut. 

 

“Yang pertama, mengirim esai atau artikel. Yang kedua, wawancara dan tanya jawab, dari 46 itu yang kami nyatakan lolos terdapat 24 peserta,” paparnya.

 

Bagus berharap, kader-kader yang telah dinyatakan lolos Latin-Latpel ini mampu mengemban tugas-tugas tersebut. “Semoga bisa bergerak memasifkan kaderisasi formal atau non formal di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru