• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Metropolis

PMII di Mojokerto Diharap Lahirkan Kader Militan Berlandaskan Aswaja

PMII di Mojokerto Diharap Lahirkan Kader Militan Berlandaskan Aswaja
Pelaksanaan Mapaba PMII Rayon Al-Ghozali Komisariat Uluwiyah Mojokerto. (Foto: NOJ/Yulia NH)
Pelaksanaan Mapaba PMII Rayon Al-Ghozali Komisariat Uluwiyah Mojokerto. (Foto: NOJ/Yulia NH)

Mojokerto, NU Online Jatim

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al-Ghozali Komisariat Uluwiyah Kabupaten Mojokerto menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) 2021 selama tiga hari, Jum’at-Ahad (12-14/11/2021). Kegiatan Mapaba ini digelar secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini mengambil tema ‘Membentuk Kader Pergerakan Yang Progresif Dan Militan Dengan Berlandaskan Aswaja’. 

 

Ketua Rayon Al-Ghozali, Abdullah Hafidz mengatakan, kader PMII harus bersungguh-sungguh dalam proses dan dimasa yang akan datang tentunya lebih baik lagi.

 

“Kader PMII menurut kami mengawali cara yang memiliki aksi menarik untuk menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” urainya.

 

Menurut Hafidz, kegiatan tersebut diikuti peserta dari internal saja dengan total berjumlah 22 orang. “Kami hanya fokus lokal fakultas saja, karena ini adalah kegiatan Mapaba perdana Rayon Al-Ghozali,” katanya kepada NU Online Jatim, Sabtu (13/11/2021).

 

Kegiatan Mapaba ini, lanjutnya, merupakan agenda setiap rutin saat tahun ajaran baru yang merupakan gerbang awal masuk PMII.

 

“Diharapkan nantinya setiap generasi bangsa yang kami bentuk dapat meningkat secara kualitas dan kuantitas dalam hal intelektualitas, moralitas, dan religiusitas,” harapnya.

 

Melalui kaderisasi awal ini, tambah Hafidz, peserta diberi pengetahuan tentang Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Aswaja, Sejarah Perjuangan Bangsa, Kopri, Sejarah Keorganisasian PMII, Geneologi Gerakan Faham Islam, dan Analisis Sosial.

 

 

“Kami membuat materi tersebut berdasarkan arahan dan bimbingan para senior yang kami diskusikan terlebih dahulu dengan para dosen pembimbing yang sudah berkecimpung dalam organisasi PMII selama bertahun-tahun,” pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru