• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Sekolah Islam Shafta Surabaya Luncurkan Program Magang Beragam Jurusan

Sekolah Islam Shafta Surabaya Luncurkan Program Magang Beragam Jurusan
Ketua Yayasan Al-Insanul Kamil, Ahmad Nashruddin (kanan) menjelaskan soal program terbaru. (Foto: NOJ/Ali K)
Ketua Yayasan Al-Insanul Kamil, Ahmad Nashruddin (kanan) menjelaskan soal program terbaru. (Foto: NOJ/Ali K)

Surabaya, NU Online Jatim
Sekolah Islam Shafta Surabaya meluncurkan program magang bagi siswa tingkat sekolah menengah atas dari berbagai jurusan. Dari mulai administrasi, multimedia, wirausaha dan layanan kesehatan. 


Ketua Yayasan Al-Insanul Kamil yang menaungi sekolah tersebut, Ahmad Nashruddin mengatakan bahwa program magang ini menyesuaikan dengan kurikulum merdeka belajar yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim. Yang mana kurikulum tersebut mendorong setiap siswa memiliki kompetensi unggul dalam bidang soft skill


"Hari ini soft launching program magang untuk siswa-siswi Shafta," katanya, Sabtu (06/08/2022). 


Selain itu, bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan, Sekolah Islam Shafta juga turut memaknai kurikulum merdeka belajar agar siswa bisa menjadi kebanggaan bagi orang tua. Salah satunya, sekolah ini telah melakukan sejumlah penanda tanganan dengan universitas ternama. Dari mulai Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Pembangunan Nasional hingga Institut Tazkia Bogor. Hal tersebut guna membahas implementasi program merdeka belajar. 


"Jadi, memang lebih fokus pada praktik siswa di lapangan dan implementasi project," terangnya.


Gus Nashruddin menambahkan, para siswa akan mendapat kesempatan magang dalam berbagai bidang. Seperti kuliner, perhotelan, rumah sakit, sekolah, kesehatan dan lainnya. Apalagi, katanya, 30 hingga 40 persen lulusan sekolah ini diketahui langsung terjun dalam dunia kerja. 


"Makanya kami berikan soft skill terutama pelatihan-pelatihan agar mereka tidak bingung setelah lulus dari Shafta bahkan bisa menciptakan lapangan kerja menjadi pengusaha santri, bukan menjadi karyawan santri," ungkapnya. 


Sekolah Islam Shafta, ungkapnya, juga telah melakukan beberapa kerja sama dengan sejumlah stakeholder bidang usaha kuliner. Demikian pula rumah sakit yang merupakan holding company dari sekolah tersebut. 


"Alhamdulillah anak-anak kami bisa kami kirim ke sana untuk belajar administrasi, entrepreneur bagaimana membuat dan menjual produknya serta ada yang belajar terkait rumah sakit," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru