• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Metropolis

Syubbanul Wathan Menggema di Penutupan Diklat Bela Negara

Syubbanul Wathan Menggema di Penutupan Diklat Bela Negara
Peserta Diklat Bela Negara bersama-sama menyanyikan lagu mars Syubbanul Wathan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Peserta Diklat Bela Negara bersama-sama menyanyikan lagu mars Syubbanul Wathan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Mojokerto, NU Online Jatim 
Penutupan Diklat dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara Pramuka Perguruan Tinggi yang digelar oleh Kwatir Daerah (Kwarda) Gerakan Pemuda Jawa Timur diisi dengan menyanyikan mars Syubbanul Wathan, Ahad (26/06/2022) di Hotel Raden Wijaya Mojokerto. 

 

Kiai Zamzami Sabiq Hamid, Wakil Kwarda Gerakan Pemuda Jawa Timur bidang Bela Negara dan Gugus Depan Perguruan Tinggi mengatakan, di tahun-tahun sebelumnya hanya diisi dengan lagu-lagu nasional. 

 

"Kali ini digaungkan Syubbanul Wathan untuk menggugah semangat peserta sebagai kader bela negara. Karena lagu yang sering dinyanyikan oleh Nahdliyin adalah karya ulama asli Jawa Timur yang turut andil terhadap kemerdekaan Indonesia, yakni KH Abdul Wahab Chasbullah," terangnya. 

 

Dijelaskan pula, Syubbanul Wathan memiliki makna yang cukup mendalam tentang cinta tanah air atau kerelaan untuk membela negara dan harapan agar Indonesia bangkit. Tentu lagu tersebut menjadi spirit tersendiri bagi peserta diklat. 

 

"Di acara penutupan kami jelaskan maknanya, termasuk Kiai Wahab menggunakan lagu tersebut untuk membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia. Lagu tersebut menggunakan bahasa Arab yang menjadi bagian strategi agar tidak dipahami oleh Belanda," tutur Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep itu. 

 

Kiai Zamzami menceritakan bahwa panitia yang hadir merespons positif sambil menyanyikan bersama dengan peserta lainnya yang mayoritas hafal dengan lagu tersebut. 

 

"Sehingga saat diajak menyanyi bersama, mereka pun langsung sigap dengan sikap berdiri tegak dan mengepalkan tangan," ungkap Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto itu. 

 

Dirinya berharap, diklat di tahun yang akan datang lagu Syubbanul Wathan terus dinyanyikan untuk membakar semangat kebangsaan. Karena lagu ini merupakan lagu perjuangan nasional. 

 

"Peserta Diklat harus mencontoh para founding fathers dan perjuangan ulama dan santri yang rela berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajah," tandasnya. 


Metropolis Terbaru